Menembus Batas Pengetahuan, Guru MIFABARA Jelajahi Dunia Sains dan Budaya di Tahir Solo Museum

Banjarnegara – Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Semangat untuk terus memperluas wawasan dan menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual mendorong guru-guru MIFABARA melakukan kunjungan edukatif ke Tahir Solo Museum.(15/8)

Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para guru untuk melihat secara langsung berbagai koleksi dan wahana edukatif yang memadukan sains, teknologi, sejarah, dan budaya. Beragam tampilan yang disajikan memberikan pengalaman baru sekaligus inspirasi bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih menarik dan dekat dengan kehidupan nyata.

Salah satu daya tarik utama adalah zona antariksa yang menghadirkan miniatur tata surya, bentuk permukaan Bulan, teleskop antariksa, serta diorama alam semesta. Pengunjung juga dapat melihat baju astronaut hingga merasakan pengalaman melalui simulasi stasiun luar angkasa dan peluncuran roket.

Bagi guru MIFABARA, berbagai koleksi tersebut menjadi sumber inspirasi untuk memperkaya pembelajaran, khususnya pada materi IPAS. Konsep-konsep yang selama ini dipelajari peserta didik melalui buku dan gambar dapat dikembangkan menjadi pengalaman belajar yang lebih visual, interaktif, dan imajinatif.

Tidak berhenti pada eksplorasi antariksa, perjalanan edukatif ini juga membawa para guru menyaksikan fosil asli dinosaurus raksasa sepanjang sekitar 20 meter dari Tiongkok. Kehadiran fosil tersebut memberikan gambaran nyata tentang kehidupan masa lampau sekaligus membuka ruang bagi guru untuk menghubungkan pembelajaran dengan topik evolusi kehidupan, sejarah bumi, dan keanekaragaman makhluk hidup.

Kunjungan semakin menarik dengan hadirnya ruang robotik modern yang memperlihatkan perkembangan teknologi dan kecerdasan manusia dalam menciptakan berbagai inovasi. Selain sains dan teknologi, para guru juga berkesempatan menikmati zona budaya yang memperkaya pemahaman tentang keberagaman dan warisan budaya. Perpaduan antara ilmu pengetahuan, teknologi, sejarah, dan budaya menjadikan kunjungan ini sebagai pengalaman belajar yang utuh.

Salah seorang guru MIFABARA mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut memberikan banyak inspirasi edukatif.

“Kami mendapatkan banyak sekali pengalaman dan ide. Apa yang kami lihat di museum mengingatkan kami bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja. Tugas guru adalah membawa pengalaman tersebut kembali ke kelas agar anak-anak juga dapat merasakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna,” ungkapnya.

Dari museum menuju ruang kelas, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal untuk melahirkan pembelajaran yang semakin kreatif, kontekstual, inspiratif, dan bermakna bagi generasi MIFABARA.(nas)

Skip to content