Mengaji dengan Hati, Lansia Merden Tunjukkan Keteladanan dalam Menuntut Ilmu

Banjarnegara (Humas) — Suasana penuh khidmat dan kehangatan terasa di Masjid Ar-Rohmah, Desa Merden, Kecamatan Purwanegara, saat kegiatan penyuluhan agama Islam digelar oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara, Agus Triawan pada Selasa, (21/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 25 jamaah yang mayoritas merupakan kalangan lansia, namun tetap menunjukkan semangat luar biasa dalam menuntut ilmu agama.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Triawan menyampaikan materi bertajuk “Tafsir QS. Al-Fajr”, yang mengajak para jamaah untuk lebih memahami makna mendalam dari ayat-ayat Al-Qur’an, khususnya dalam surat Al-Fajr yang sarat dengan pesan tentang kehidupan, ujian, serta pentingnya keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

Dengan gaya penyampaian yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami, Agus berhasil menghidupkan suasana kajian. Para jamaah tampak antusias mengikuti setiap penjelasan, bahkan beberapa di antaranya aktif bertanya dan berbagi pengalaman hidup yang relevan dengan isi kajian.

Dalam pemaparannya, Agus menekankan bahwa QS. Al-Fajr mengandung pelajaran berharga tentang bagaimana manusia sering kali terlena dengan kenikmatan dunia, namun lupa untuk bersyukur dan berbuat kebaikan. Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap sesama, terutama kepada anak yatim dan fakir miskin, sebagaimana ditekankan dalam ayat-ayat tersebut.

“Surat Al-Fajr ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Ujian dan nikmat adalah bagian dari cara Allah menguji keimanan hamba-Nya,” ujar Agus di hadapan jamaah.

Menariknya, meskipun mayoritas peserta adalah lansia, semangat mereka dalam mengikuti kajian patut diapresiasi. Sejak awal hingga akhir kegiatan, para jamaah tetap fokus dan penuh perhatian. Hal ini menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus belajar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kegiatan penyuluhan ini tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan spiritual bagi masyarakat Desa Merden, khususnya para lansia. Kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat diharapkan terus memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai yang terkandung dalam QS. Al-Fajr dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta pribadi-pribadi yang lebih sabar, bersyukur, dan peduli terhadap sesama.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, penuh harap agar ilmu yang diperoleh menjadi berkah dan membawa kebaikan bagi seluruh jamaah. 

(rp/azd)

Skip to content