Banjarnegara (Humas) — Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti Aula Majelis Taklim Al Hidayah Desa Tapen pada Jumat (24/4/2026). Para jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan pengajian yang menghadirkan Penyuluh Agama Islam, Arif Kholdun, dengan materi yang menyentuh hati tentang amalan yang pahalanya tetap mengalir meski seseorang telah meninggal dunia.
Dalam pemaparannya, Arif Kholdun mengawali dengan menyampaikan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bazzar dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, yang menjelaskan tujuh amalan yang tidak terputus pahalanya. Materi ini disampaikan dengan penuh penghayatan, sehingga mampu menggugah kesadaran jamaah akan pentingnya investasi amal jariyah.
“Amal jariyah adalah bekal abadi kita. Ketika jasad telah terbaring di liang lahat, amal-amal inilah yang terus menjadi cahaya penerang dan penolong kita di alam kubur,” ujar Arif Kholdun di hadapan jamaah.
Ia kemudian menjelaskan satu per satu amalan tersebut, mulai dari mengajarkan ilmu, mengalirkan air, membangun sarana ibadah, hingga meninggalkan anak saleh yang senantiasa mendoakan orang tuanya. Penjelasan ini disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna, sehingga mudah dipahami oleh seluruh lapisan jamaah.
“Jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Bisa jadi, satu ilmu yang kita ajarkan atau satu mushaf Al-Qur’an yang kita berikan menjadi jalan pahala yang tak pernah putus hingga hari kiamat,” tambahnya dengan penuh penekanan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu, tetapi juga momentum refleksi diri bagi para jamaah untuk lebih giat dalam beramal dan menyiapkan bekal kehidupan akhirat. Beberapa jamaah bahkan tampak menitikkan air mata, tersentuh oleh pesan mendalam yang disampaikan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keislaman semakin mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat serta mendorong lahirnya generasi yang peduli terhadap amal jariyah.
Kementerian Agama melalui para penyuluhnya terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat, memberikan bimbingan dan pencerahan keagamaan yang menyejukkan serta membangun kesadaran spiritual umat.
“Kementerian Agama hadir untuk membina umat, memperkuat nilai keagamaan, dan menebarkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.”
(NN/azd)







