Pesan Sejuk dari Plumbungan: Jangan Persulit Orang Lain Jika Ingin Dimudahkan Tuhan

Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti salah satu ruang kelas Kelompok Belajar (KB) Pertiwi Sehat Plumbungan pada Kamis (23/4/2026). Sebanyak 24 jamaah yang merupakan wali siswa KB Pertiwi Sehat Larangan berkumpul untuk mengikuti bimbingan penyuluhan agama Islam yang diselenggarakan oleh Majelis Ta’lim (MT) Ash-Shihhah Plumbungan.

Kegiatan rutin ini menghadirkan narasumber penyuluh agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, M. Syaiful Abidin. Dalam kesempatan tersebut, Syaiful membedah secara mendalam kandungan Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 22 dengan tema sentral: “Jangan Persulit Manusia Jika Ingin Dimudahkan Tuhan”.

Dalam tausiyahnya, Syaiful menekankan pentingnya memiliki sifat pemaaf dan tidak mempersulit urusan orang lain, terutama dalam kehidupan bertetangga dan berkeluarga. Ia menjelaskan bahwa janji Allah Swt sangat nyata bagi mereka yang mampu menahan amarah dan memberikan maaf meski dalam posisi yang benar.

M. Syaiful Abidin menjelaskan bahwa ayat ini merupakan teguran sekaligus motivasi bagi umat beriman untuk selalu berlapang dada. Menurutnya, hubungan antarmanusia (hablum minannas) memiliki kaitan erat dengan bagaimana Tuhan memperlakukan hambanya.

“Janganlah kita menjadi pribadi yang kaku dan senang mempersulit urusan sesama. Ingatlah janji Allah dalam QS An-Nur ayat 22, bahwa bagi mereka yang memaafkan dan berlapang dada, Allah akan memberikan ampunan-Nya. Jika kita ingin urusan kita dimudahkan oleh Tuhan, maka mudahkanlah urusan hamba-hamba-Nya di bumi,” ujar Syaiful di hadapan para jamaah.

Ia juga menambahkan bahwa di era modern ini, konflik kecil seringkali menjadi besar karena hilangnya rasa empati. Melalui kajian ini, diharapkan para wali siswa dapat menerapkan nilai-nilai kesabaran dalam mendidik anak-anak mereka di rumah.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pengurus Majelis Ta’lim dan pihak sekolah. Turipah, selaku Wakil Ketua MT Ash-Shihhah yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala KB Pertiwi Sehat Larangan, menyampaikan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan dinamika sosial orang tua siswa.

“Kami sangat bersyukur atas bimbingan dari KUA Pagentan. Tema hari ini benar-benar menyentuh hati kami sebagai orang tua dan pendidik. Kami berharap dengan memahami esensi surat An-Nur ayat 22 ini, hubungan silaturahmi antar wali murid semakin erat dan penuh kekeluargaan, tanpa ada rasa saling mempersulit satu sama lain,” ungkap Turipah.

Acara tersebut ditutup dengan sesi dialog interaktif dan doa bersama. Para peserta tampak antusias menyimak penjelasan, yang diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam perilaku sehari-hari di lingkungan Plumbungan dan sekitarnya. 

(msa/azd)

Skip to content