Saat Hati Seluas Samudera: Penyuluh Agama KUA Pagentan Ajak Jamaah MT Miftahul Jannah Belajar Maklum

Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti Gedung TPQ Al Hikmah Desa Bulu, Kecamatan Pagentan, pada Kamis (23/4/2026). Sebanyak 42 jamaah Majelis Taklim (MT) Miftahul Jannah berkumpul untuk mengikuti kegiatan bimbingan penyuluhan agama Islam yang rutin diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan.

Hadir sebagai narasumber, M. Syaiful Abidin, Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, membawakan materi yang menyentuh sisi psikologis dan spiritual jamaah dengan tema: “Saat Hati Seluas Samudera: Belajar Maklum, Meraih Rida-Nya.”

Dalam pemaparannya, Syaiful Abidin menekankan pentingnya memiliki sifat panyuwunan atau kelapangan hati dalam menghadapi berbagai perbedaan karakter manusia di lingkungan sekitar. Menurutnya, konflik sering kali muncul bukan karena masalah besar, melainkan karena sempitnya hati dalam menerima kekurangan orang lain.

“Hati yang seluas samudera adalah hati yang mampu menampung berbagai kotoran tanpa menjadi keruh. Belajar maklum atau memaklumi keadaan orang lain bukan berarti menyerah, melainkan bentuk kedewasaan iman. Ketika kita berhenti menuntut kesempurnaan dari manusia, di situlah ketenangan dan rida Allah akan kita raih,” ujar Syaiful Abidin di hadapan para jamaah.

Ia juga menambahkan bahwa sikap “maklum” merupakan implementasi dari akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah saw, yang selalu mendahulukan kasih sayang dan pemakluman di atas amarah.

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para jamaah yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu warga Desa Bulu. Materi yang disampaikan dinilai sangat relevan dengan kehidupan bertangga dan bermasyarakat.

Ketua MT Miftahul Jannah Bulu Pagentan, Ibu Turah, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan. Ia merasa materi kali ini memberikan “asupan” batin yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kerukunan antar anggota majelis dan warga desa.

“Kami sangat bersyukur Pak Syaiful bisa hadir langsung memberikan bimbingan. Tema hari ini benar-benar menyentuh hati kami. Kadang di majelis atau di lingkungan tetangga ada gesekan kecil, tapi setelah mendengar penjelasan tadi, kami diingatkan kembali untuk lebih sabar dan saling memaklumi agar ibadah kita tetap terjaga dan mendapat barokah,” ungkap Turah.

Bimbingan penyuluhan ini merupakan bagian dari program kerja rutin KUA Pagentan dalam rangka memberikan edukasi keagamaan yang inklusif dan menyejukkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami aspek hukum Islam secara tekstual, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai kesantunan dan kelapangan hati dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya masyarakat yang harmonis dan religius.

Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, menandai suksesnya sinergi antara penyuluh agama dan lembaga pendidikan keagamaan di tingkat desa.

Skip to content