Banjarnegara – Upacara bendera hari Senin di MIFABARA kembali berlangsung khidmat dan tertib. Kegiatan rutin yang dilaksanakan di halaman madrasah ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Pada pekan ini, petugas upacara dipercayakan kepada siswa kelas 4C dan 4D. Mereka tampil percaya diri dan melaksanakan tugas mulai dari pengibaran bendera, pembacaan teks UUD 1945, ikrar pelajar, hingga doa penutup dengan sangat baik dan kompak.(17/11)
Sebagai pembina upacara, Tikfi Maghfuroh menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya kedisiplinan dalam mengikuti program unggulan madrasah, yaitu Tahfidz dan Qiroati. Beliau mengingatkan bahwa orang tua menyekolahkan anak-anak di MIFABARA bukan hanya untuk mengejar prestasi akademik, melainkan juga agar putra-putri mereka mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan menghafalnya.
“Orang tua menitipkan anak-anak di sini dengan harapan mereka tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam ilmu Al-Qur’an. Maka dari itu, disiplin dalam menghadiri Tahfidz dan Qiroati adalah bentuk tanggung jawab kita,” ujar Tikfi.
Selain itu, beliau menambahkan pesan penting terkait sikap siswa terhadap teman sebaya. Tikfi menegaskan agar siswa tidak melakukan bullying, baik secara fisik, verbal, ejekan, maupun tindakan lain yang dapat melukai hati teman. “Kita berada di lingkungan madrasah yang menjunjung tinggi akhlak. Mari saling menghargai, saling menjaga, dan saling menguatkan,” pesannya.
Menanggapi amanat tersebut, Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pesan moral yang disampaikan. “Kami ingin seluruh siswa MIFABARA tumbuh menjadi anak-anak yang berakhlak, berilmu, dan berkarakter Qur’ani. Disiplin mengikuti Tahfidz dan Qiroati adalah pondasi penting. Begitu pula menjaga pergaulan agar jauh dari perilaku bullying,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa pembinaan karakter harus berjalan seiring dengan pembelajaran akademik.
Upacara hari ini menjadi momen penting untuk menguatkan komitmen siswa dalam belajar Al-Qur’an sekaligus menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Setelah upacara ditutup dengan doa, seluruh siswa kembali ke kelas masing-masing dengan tertib, membawa pesan kebaikan yang mereka dengar pagi ini.(nas)







