Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang penelitian. Dua dari lima tim yakni Tim Abbiyu-Abyan dan Tim Aida-Nadzwa yang berhasil menjadi finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat Kabupaten Banjarnegara 2025 melaksanakan penelitian akhir mereka.
Kegiatan riset kedua tim berlangsung di Laboratorium IPA SMA Negeri 1 Banjarnegara pada Senin (29/9). Mereka melakukan berbagai uji laboratorium dengan serius dan penuh semangat, didampingi guru pembimbing Hj. Tri Widyati serta Kepala Laboratorium IPA SMAN 1 Banjarnegara, H. Sunardi.
Tim Abbiyu-Abyan mengambil fokus penelitian pada ekstraksi lipid dari serbuk BSF (Black Soldier Fly). Hasil ekstraksi ini selanjutnya akan disintesis menjadi biodiesel ramah lingkungan. Penelitian ini dinilai relevan dengan isu energi terbarukan sekaligus pengelolaan limbah organik.
Sementara itu, Tim Aida-Nadzwa mengembangkan riset pada uji kandungan fitokimia, khususnya flavonoid, tanin, dan saponin dalam minuman herbal “Ricatea” yang berbahan dasar kulit carica. Riset ini tidak hanya menonjolkan aspek ilmiah, tetapi juga mengangkat potensi lokal khas Dieng, mengingat carica merupakan tanaman endemik dataran tinggi tersebut.
Hj. Tri Widyati, selaku pembimbing riset, mengungkapkan kebanggaannya atas capaian kedua tim.
“Alhamdulillah, dari kerja keras dan kesungguhan anak-anak, lima tim MTsN 1 Banjarnegara bisa masuk lima belas besar finalis OPSI Kabupaten 2025. Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari pembelajaran penelitian sejak dini. Anak-anak belajar berpikir kritis, teliti, sekaligus bekerja sama dalam tim,” ujarnya.
Kepala Laboratorium IPA SMA Negeri 1 Banjarnegara, H. Sunardi, yang turut mendampingi praktik riset, juga memberikan apresiasi.
“Anak-anak Madtsansa ini sangat serius. Mereka bisa menggunakan peralatan laboratorium dan memahami prosedur ilmiah dengan baik. Semoga penelitian ini bisa berlanjut, tidak hanya berhenti pada OPSI, tetapi juga dipresentasikan di forum-forum ilmiah lain,” katanya.
Para anggota tim pun menyampaikan semangat dan harapan mereka. Abbiyu, salah satu anggota tim biodiesel, mengatakan bahwa riset mereka terinspirasi dari masalah sampah dan kebutuhan energi alternatif.
“Kami ingin menunjukkan bahwa dari hal yang sederhana seperti serbuk BSF, ternyata bisa diolah menjadi energi bersih. Semoga riset ini bermanfaat lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Nadzwa dari tim Ricatea mengungkapkan rasa bangganya bisa membawa potensi lokal Banjarnegara ke kancah ilmiah.
“Carica itu ikon Dieng, dan kami ingin membuktikan bahwa kulitnya yang sering dianggap limbah ternyata punya kandungan zat berkhasiat. Semoga bisa terus dikembangkan jadi produk herbal yang bermanfaat,” tuturnya.
Kepala MTsN 1 Banjarnegara, yang ditemui terpisah, menyatakan dukungan penuh kepada seluruh siswa yang mengikuti OPSI.
“Kami bangga anak-anak mampu bersaing dengan sekolah lain. Harapan kami, mereka tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten, tetapi juga bisa berprestasi hingga nasional,” tegasnya.
Dengan lolosnya tim ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara semakin meneguhkan posisinya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul di bidang keagamaan, tetapi juga dalam penelitian dan sains. Final OPSI Kabupaten Banjarnegara 2025 diharapkan menjadi ajang pembuktian kualitas riset siswa madrasah sekaligus wadah untuk melahirkan peneliti muda yang inovatif.
Kegiatan penelitian di laboratorium hari itu ditutup dengan sesi foto bersama, memperlihatkan semangat dan optimisme tim dalam menghadapi babak final mendatang. (Lin/La)







