Menuju Madrasah Adiwiyta, MTs N 2 Banjarnegara Gandeng RRC Olah Pupuk Cair Kelinci

Banjarnegara – Kelinci merupakan hewan yang lucu dan menggemaskan. Banyak yang menyukai dan membudidayakan hewan tersebut, salah satunya adalah Surya Widhi Prakosa pemilik kandang RRC (Reyndra Rabbit Cibangkong) yang juga merupakan pendidik di MTs Negeri 2 Banjarnegara atau dikenal dengan sebutan Metrobara.

Banyak manfaat dalam memelihara kelinci. Beberapa manfaatnya adalah kotoran dan urine kelinci yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair untuk semua jenis tanaman. Urine kelinci dapat diaplikasikan langsung pada tanaman atau difermentasi terlebih dahulu. Hal itu diungkapkan Surya pemilik kandang RRC pada saat mengantar kotoran dan urine ke Metrobara (8/11).

“Urine kelinci ini cukup baik sebagai pupuk cair untuk segala jenis tanaman. Saya sering mengaplikasikan langsung tanpa fermentasi. Jadi saya tuangkan urine tersebut ke dalam ember, lalu saya campurkan dengan air secukupnya, selanjutnya saya siram pada tanaman saya. Alhamdulillah tanaman-tanaman saya tumbuh subur,” jelas Surya.

Urine kelinci memiliki kandungan unsur hara yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan hewan ternak lainnya. Menurut hasil riset penelitian Badan Penelitian Ternak (Balitnak), telah diketahui bahwa kandungan rata-rata yang terdapat di dalam urine kelinci seperti unsur hara N, P, dan K yaitu 2,72%, 1,1%, dan 0,5%. Jika dikombinasikan dengan kotorannya, kandungan unsurnya lebih lengkap, yakni 2,20% Nitrogen (N), 87% Fosfor (P), 2,30 % Potassium (K), 36 % Sulfur (S), 1,26% kalsium (Ca), dan 40% Magnesium (Mg).

Metrobara merupakan Madrasah Adiwiyata, sudah barang tentu di madrasah tersebut memiliki banyak sekali pohon atau tanaman diantaranya pohon peneduh, tanaman hias, Toga yang ini semua memerlukan pupuk agar tumbuh subur.

RRC sebagai sahabat Metrobara membantu dalam menyediakan pupuk untuk tanaman-tanaman yang ada di lingkungan madrasah.

“Kami merasa senang bersahabat dengan RRC. Kami merasa dipermudah dalam penyediaan pupuk organik. Kami tidak perlu mencari, apabila membutuhkan tinggal menghubungi sahabat kami, pupuk organik segera tiba di madrasah,” ungkap Sudarto selaku waka sarpras.

Metrobara juga berencana berkolaborasi dengan RRC terkait dengan kewirausahaan. Hal ini diungkapkan langsung oleh Nur Farida selaku waka kesiswaan. “Tak bisa dipungkiri pandemi ini efeknya cukup banyak. Rencana program OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah) berkaitan dengan kewirausahaan belum bisa terlaksana, mengingat situasi belum memungkinkan untuk melaksanakan program tersebut. Kami mengamati sahabat kami, dalam jual beli kelinci cukup menggiurkan. Proses jual beli saat ini juga sangat mudah, untuk mencari konsumen hanya melalui akun sosial media seperti Facebook, Whatsapp, Instagram, Twitter, Telegram, dll. Para konsumen bisa leluasa melihat iklan yang ditawarkan. Melalui program ini, kami mengenalkan kepada peserta didik untuk berlajar di bidang kewirausahaan, agar mereka dapat hidup mandiri dan Berdikari (Berdiri di atas kaki sendiri),” ungkapnya saat ditemui di taman Metrobara. (drt/swp)