Banjarnrgara (Humas) – Kesungguhan dalam menyampaikan ilmu tak selalu menuntut keramaian. Hal ini dibuktikan oleh Efatun Vaizah, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum, yang tetap hadir dan menjalankan tugas penyuluhan keagamaan meskipun hanya dihadiri oleh 10 orang wali murid TK Raudhatul Athfal Getas. (08/10)
Kegiatan kepenyuluhan ini berlangsung di Masjid At-Taqwa Dusun Getas, dimulai sejak pagi hari dengan suasana yang tenang dan khidmat. Dengan penuh keikhlasan, Efatun menyapa satu per satu peserta yang hadir, menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan sejak awal.
Acara dibuka oleh panitia dengan sambutan singkat, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan empat surat pendek dari Juz ‘Amma secara bersama-sama oleh para peserta. Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun di dalam masjid, mengawali kegiatan dengan nuansa spiritual yang kuat.
Memasuki sesi inti yaitu Efatun menyampaikan materi dengan tema “Cara Meraih Ridha Allah”, sebuah topik yang relevan bagi setiap muslim, terlebih bagi para orang tua yang tengah berjuang mendidik anak di tengah zaman yang penuh tantangan.
Dalam penyampaiannya, Efatun menekankan bahwa ridha Allah dapat diraih bukan hanya dari ibadah ritual, tetapi juga dari niat dan amal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak para wali murid untuk lebih sadar akan peran penting mereka dalam menanamkan nilai-nilai Islam kepada anak-anak sejak dini.
“Kita bisa mulai dari rumah. Dari memberi makan yang halal, membiasakan anak salat, mengajarkan akhlak yang baik, hingga bersabar dalam mengasuh. Semua itu bisa menjadi jalan menuju ridha Allah,” ujar Efatun dengan nada lembut.
Ia juga menyoroti pentingnya mendidik anak bukan hanya secara akademis, tapi juga secara spiritual dan emosional. Menurutnya, orang tua adalah madrasah pertama dan utama bagi anak-anak.
Dalam keterangannya usai acara, Efatun menyampaikan bahwa kehadiran peserta yang sedikit tidak menyurutkan semangatnya dalam berdakwah. Ia menegaskan bahwa tugas sebagai penyuluh agama bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga menyentuh hati dan menyemai perubahan, sekecil apapun itu.
Kegiatan kepenyuluhan agama ini menjadi cermin semangat dan dedikasi para penyuluh di tingkat kecamatan dalam memperkuat pondasi keislaman di tengah masyarakat. Di tengah berbagai kesibukan dan tantangan zaman, kegiatan seperti ini menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai Islam bagi para orang tua, yang pada akhirnya akan berdampak pada generasi masa depan. (ev/ azd)







