Banjarnegara – Suasana pagi menjelang siang di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) terdengar lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lembut. Tadarus bersama menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat budaya literasi membaca.(14/3)
Setiap hari, siswa meluangkan waktu khusus untuk membaca Al-Qur’an secara tartil dan bergiliran. Guru-guru mendampingi, membenarkan tajwid, sekaligus menanamkan pemahaman bahwa membaca bukan sekadar aktivitas lisan, tetapi perjalanan hati mendekat kepada Ilahi. Di sela tadarus, siswa juga dibiasakan membaca buku nonpelajaran melalui program literasi 15 menit sebelum pembelajaran atau di sela-sela istirahat.
Kepala Madrasah MIFABARA menegaskan bahwa gerakan ini bukan hanya rutinitas Ramadhan, tetapi bagian dari pembentukan karakter jangka panjang. “Kami ingin anak-anak tumbuh sebagai generasi yang akrab dengan Al-Qur’an dan cinta membaca. Tadarus menyehatkan ruh, literasi menajamkan akal. Keduanya harus berjalan beriringan,” tuturnya.
Salah satu guru menambahkan bahwa kebiasaan membaca sejak dini akan membentuk pola pikir kritis dan luas wawasan. “Anak yang rajin membaca akan lebih percaya diri dalam berbicara dan berpikir. Sementara tadarus membentuk ketenangan jiwa. Inilah keseimbangan yang kami tanamkan,” ujarnya.
Para siswa pun menyambut program ini dengan antusias. Rak buku kelas yang tertata rapi menjadi saksi bagaimana tangan-tangan kecil itu mulai akrab dengan halaman demi halaman. Di sudut lain, mushaf Al-Qur’an terbuka, dibaca perlahan dengan penuh penghayatan.
Salah satu siswa kelas atas mengungkapkan perasaannya, “Kalau tadarus bareng teman-teman rasanya lebih semangat. Kalau membaca buku cerita, saya jadi tahu banyak hal baru.”
Di MIFABARA, membaca bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan jendela peradaban. Tadarus bukan sekadar target khatam, melainkan jalan menumbuhkan iman. Dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari, madrasah ini menanam harapan besar: lahirnya generasi yang cerdas pikirannya, lembut hatinya, dan kuat akarnya dalam nilai-nilai keislaman. (nas)







