Banjarnegara – Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah Banjarnegara (MIFABARA) mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan yang berlangsung di Ruang VIP Sari Rahayu Semampir tersebut dilaksanakan secara serempak dan diikuti oleh madrasah jenjang MI, MTs, dan MA se-Kecamatan Banjarnegara dan Kecamatan Madukara.(22/6)
MIFABARA diwakili oleh Kepala Tata Usaha dan Bendahara BOS yang telah mempersiapkan berbagai dokumen administrasi, laporan pertanggungjawaban, serta bukti-bukti pendukung penggunaan dana BOS. Kesiapan tersebut menunjukkan komitmen madrasah dalam menjalankan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.
Pada kesempatan tersebut, MIFABARA mendapat kehormatan karena pelaksanaan monitoring dan evaluasi dilakukan secara langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Sukarno. Kehadiran beliau memberikan motivasi dan penguatan kepada seluruh pengelola BOS agar terus menjaga profesionalitas serta integritas dalam pengelolaan anggaran pendidikan.
Kegiatan monev BOS merupakan agenda penting yang bertujuan untuk memastikan bahwa dana yang telah disalurkan pemerintah digunakan secara tepat sasaran, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan madrasah. Selain itu, monitoring dan evaluasi juga berfungsi sebagai sarana pembinaan guna meningkatkan kualitas administrasi, pelaporan keuangan, serta pemahaman pengelola BOS terhadap regulasi terbaru.
Dalam pelaksanaannya, tim monitoring melakukan penelaahan terhadap berbagai dokumen perencanaan, realisasi anggaran, hingga kesesuaian program yang telah dilaksanakan oleh masing-masing madrasah. Melalui proses ini, madrasah memperoleh berbagai masukan konstruktif yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan pengelolaan BOS pada periode berikutnya.
Kepala Tata Usaha MIFABARA menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengukur tingkat kepatuhan dan kualitas pengelolaan dana BOS di madrasah. “Monev bukan hanya pemeriksaan administrasi, tetapi juga menjadi sarana belajar dan memperbaiki sistem pengelolaan yang sudah berjalan agar semakin tertib dan berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Madrasah berharap hasil monitoring dan evaluasi dapat semakin memperkuat budaya transparansi dan akuntabilitas di lingkungan MIFABARA. Dengan pengelolaan dana BOS yang baik, berbagai program peningkatan mutu pendidikan, pengembangan sarana prasarana, serta layanan pembelajaran bagi peserta didik dapat terus berjalan secara optimal.
Melalui kegiatan Monev BOS Tahun 2026 ini, MIFABARA kembali menunjukkan kesiapannya dalam mengelola dana pendidikan secara profesional.(nas)







