Banjarnegara – MI Al Fatah Parakancanggah Banjarnegara (MIFABARA) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui sosialisasi jajanan sehat dan ramah sampah kepada seluruh peserta didik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan madrasah dalam mendukung program Adiwiyata sekaligus menanamkan kebiasaan baik sejak dini kepada siswa.(10/1)
Sosialisasi kali ini dikemas dalam bentuk open forum diskusi yang melibatkan seluruh siswa. Kegiatan dipandu oleh Laeli, yang mengajak siswa berdialog secara aktif terkait permasalahan sampah jajanan di kantin serta bagaimana cara memilih jajanan yang sehat dan aman dikonsumsi. Dengan suasana diskusi yang santai dan interaktif, siswa diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, serta solusi yang bisa diterapkan bersama.
Dalam forum tersebut, Laeli menyampaikan pentingnya kesadaran bersama dalam mengelola sampah jajanan, khususnya sampah plastik yang sulit terurai. Siswa diajak berpikir tentang kebiasaan jajan sehari-hari dan dampaknya terhadap kebersihan lingkungan madrasah. Selain itu, siswa juga diedukasi agar lebih selektif dalam memilih jajanan, baik dari segi kebersihan, kandungan makanan, maupun kemasan yang digunakan.
“Anak-anak perlu dibiasakan untuk berpikir sebelum membeli jajanan. Apakah jajanan itu sehat, bersih, dan apakah kemasannya ramah lingkungan. Dari kebiasaan kecil ini, akan tumbuh karakter peduli lingkungan,” ungkap Laeli saat memandu diskusi.
Hasil dari forum diskusi tersebut menunjukkan respons yang sangat positif. Para siswa sepakat untuk mulai berperan aktif dalam mengurangi sampah jajanan di kantin. Salah satu bentuk komitmen yang disepakati bersama adalah kesiapan siswa untuk membawa tempat snack dan gelas sendiri saat membeli jajanan di kantin. Selain itu, siswa juga menyatakan kesanggupan untuk lebih selektif dalam memilih jajanan yang sehat dan ramah sampah.
Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, mengapresiasi antusiasme dan komitmen siswa dalam kegiatan ini. Menurutnya, keterlibatan aktif siswa menjadi kunci keberhasilan program madrasah ramah lingkungan. “Ketika siswa sudah memiliki kesadaran dan komitmen, maka program jajanan sehat dan minim sampah akan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui sosialisasi dan forum diskusi ini, MIFABARA berharap dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan diri dan kelestarian lingkungan madrasah.(nas)







