MTs Negeri 1 Banjarnegara Gelar Rapat Koordinasi Tim Pengembang Madrasah untuk Susun Program Kerja 2025/2026

Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara menggelar rapat koordinasi Tim Pengembang Madrasah (TPM) pada Rabu (13/8) bertempat di aula RM. Sari Rahayu. Rapat yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB ini menjadi langkah awal penyusunan program kerja tahun pelajaran 2025/2026, dengan melibatkan seluruh unsur pimpinan, guru, tenaga kependidikan, dan komite madrasah.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Madrasah, H. Yatiman, yang juga bertindak sebagai penanggung jawab TPM. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa tim ini memiliki peran strategis dalam mengarahkan pengembangan madrasah agar selaras dengan visi dan misi yang telah ditetapkan.

“Tim Pengembang Madrasah adalah motor penggerak kemajuan sekolah. Semua program yang kita susun harus menjawab kebutuhan siswa, guru, dan masyarakat. Kita harus realistis, terukur, namun tetap visioner,” tegas Yatiman.

Selanjutnya, Ketua Komite Madrasah, H. Sumarna, memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada seluruh anggota TPM. Ia menyampaikan bahwa dukungan komite bukan sekadar formalitas, tetapi wujud nyata keterlibatan masyarakat dalam memajukan pendidikan di MTs Negeri 1 Banjarnegara.

“Kami siap menjadi mitra strategis bagi madrasah. Setiap usulan program yang dibahas harus memberikan dampak positif bagi siswa, termasuk di bidang akademik, karakter, dan lingkungan belajar,” ujar Sumarna.

Ketua Tim Pengembang Madrasah, Dwi Lina Rahmawati, dalam kesempatan tersebut memaparkan garis besar mekanisme penyusunan program kerja. Ia mengajak seluruh koordinator standar untuk berpikir kreatif namun tetap mengacu pada regulasi pendidikan yang berlaku.

“Kita bekerja bukan hanya untuk memenuhi kewajiban administrasi, tetapi untuk benar-benar membuat perubahan positif di madrasah ini. Program kerja yang disusun harus mampu mengoptimalkan potensi yang kita miliki,” kata guru yang akrab disapa Linara.

Ia juga menegaskan pentingnya keterpaduan antar-standar agar semua program saling mendukung.

“Jangan sampai program di satu standar berjalan sendiri tanpa sinergi dengan standar lain. Semua harus saling menguatkan agar target besar madrasah dapat tercapai,” tambahnya.

Setelah sesi sambutan, rapat dilanjutkan dengan paparan program kerja dari setiap koordinator standar. Paparan pertama disampaikan oleh Yuniyati, Waka Kurikulum sekaligus Koordinator Standar Isi, yang memaparkan rencana penguatan kurikulum berbasis literasi dan numerasi terintegrasi dengan pendidikan karakter.

“Fokus kami adalah memastikan setiap mata pelajaran memiliki keterkaitan nyata dengan penguatan profil pelajar Pancasila. Pembelajaran harus relevan dengan kehidupan siswa, memacu kreativitas, dan membangun keterampilan abad 21,” jelas Yuniyati.

Paparan berikutnya dari Arif Widayanto, Koordinator Standar Penilaian, menyoroti pentingnya sistem evaluasi yang adil, transparan, dan mendorong peningkatan mutu pembelajaran.

“Penilaian bukan sekadar angka di rapor, tetapi cermin proses pembelajaran. Tahun ini, kami akan memaksimalkan asesmen diagnostik dan penilaian berbasis proyek untuk mengukur keterampilan nyata siswa,” ujarnya.

Radiono, Koordinator Standar Proses, menekankan pengembangan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif.

“Kami akan mendorong model pembelajaran berbasis proyek dan eksperimen, sehingga siswa tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga mengasah keterampilan problem solving dan kerja sama,” kata Radiono.

Diskusi berlangsung dinamis, membahas berbagai strategi penguatan mutu madrasah, mulai dari pengembangan infrastruktur pembelajaran, pemanfaatan teknologi informasi, hingga pemberdayaan kegiatan ekstrakurikuler sebagai media pembentukan karakter siswa.

Rapat ditutup dengan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan pada Rabu (20/9) mendatang dengan agenda finalisasi program kerja. Linara berharap setiap koordinator standar dapat membawa rancangan yang sudah diperbarui berdasarkan masukan hari ini.

“Pertemuan berikutnya adalah kunci. Kita akan mengesahkan program kerja yang akan menjadi panduan satu tahun ke depan, jadi pastikan semuanya matang dan siap dieksekusi,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, MTs Negeri 1 Banjarnegara optimis dapat mewujudkan madrasah yang unggul, berkarakter, dan berprestasi, tidak hanya di tingkat kabupaten tetapi juga provinsi dan nasional. (Fy/La)

Skip to content