Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara tengah mematangkan persiapan untuk pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin (P5RA) dengan topik “MARI BERANI: Membangun Remaja Indonesia Berencana dan Anti Nikah Dini”. Program ini dijadwalkan mulai bergulir setelah rangkaian pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Gasal selesai pada awal Desember mendatang.
Topik P5RA tahun ini diharapkan menjadi salah satu sarana pendidikan karakter yang tidak hanya memperkaya wawasan siswa tentang pentingnya perencanaan masa depan, tetapi juga meneguhkan komitmen mereka untuk menolak praktik pernikahan dini yang masih menjadi tantangan sosial di sebagian wilayah Indonesia.
Salah satu tahap penting dalam proyek ini adalah kontekstualisasi, yaitu kegiatan penguatan pemahaman siswa melalui narasumber eksternal. MTs Negeri 1 Banjarnegara akan menghadirkan penyuluh dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara untuk memberikan edukasi langsung mengenai risiko pernikahan dini, aspek kesehatan reproduksi, serta nilai-nilai agama yang menekankan kesiapan fisik, mental, dan sosial sebelum memasuki pernikahan. Selain tahap kontekstualisasi, siswa juga akan mengikuti beberapa rangkaian berikutnya, yaitu aksi, refleksi, dan tindak lanjut, yang dirancang untuk memastikan pemahaman mereka benar-benar terinternalisasi dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Wakil Kepala Madrasah Urusan Kurikulum, Hj. Yuniyati, mengungkapkan bahwa pelaksanaan P5RA kali ini memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang lebih sadar terhadap kesehatan diri dan arah masa depan.
“P5RA dengan topik MARI BERANI ini sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini. Kami ingin para siswa memahami bahwa masa remaja adalah masa untuk tumbuh, belajar, dan mempersiapkan diri, bukan tergesa-gesa memasuki fase pernikahan. Melalui narasumber dari KUA, siswa akan mendapatkan perspektif agama dan sosial yang komprehensif. Kami optimis rangkaian kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” jelasnya.
Senada dengan itu, ketua pelaksana P5RA MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hani Farkhatun, menyampaikan bahwa persiapan program telah mencapai tahap finalisasi dengan seluruh perangkat pembelajaran, instrumen kegiatan, dan jadwal yang sudah dirancang secara matang.
“Seluruh guru fasilitator sudah kami briefing, perangkat modul P5RA sudah siap, dan koordinasi dengan narasumber dari KUA juga telah dilakukan. Kami ingin memastikan bahwa kegiatan berlangsung menyenangkan, edukatif, dan mampu memberikan wawasan baru bagi siswa. Pada tahap aksi nanti, siswa akan membuat kampanye anti nikah dini dalam bentuk poster, video, maupun tulisan kreatif. Kami berharap karya-karya mereka dapat menjadi media untuk menyuarakan kesadaran di lingkungan sekitar,” terang Hani.
Pelaksanaan topik MARI BERANI ini juga memiliki keterkaitan erat dengan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang sudah beberapa tahun berjalan di Madtsansa. Program SSK mendorong sekolah untuk berperan aktif dalam edukasi kependudukan, termasuk isu remaja berencana, kesehatan reproduksi, dan pembangunan keluarga.
Ketua Tim SSK MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Asih Wijayanti, menegaskan bahwa sinergi antara P5RA dan SSK sangat penting untuk menciptakan pendidikan kependudukan yang berkelanjutan.
“Topik ini sangat selaras dengan tujuan SSK. Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa setiap keputusan dalam hidup termasuk pernikahan memerlukan perencanaan matang. Dengan mengikuti P5RA ini, siswa akan memahami risiko nikah dini dari sisi kesehatan, pendidikan, dan masa depan keluarga. Ini menjadi bekal berharga bagi mereka sebagai generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Dengan persiapan yang semakin matang, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap program ini menjadi salah satu upaya preventif dan edukatif untuk membentuk remaja yang berkarakter, berdaya pikir maju, dan berani menolak pernikahan usia dini. Seluruh rangkaian P5RA akan dilaksanakan hingga akhir semester dengan berbagai output yang diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi sekolah dan masyarakat sekitar. (Fy)







