Banjarnegara – Sebagai bagian dari upaya membentuk karakter dan gaya hidup sehat siswa, MTs Negeri 1 Banjarnegara melaksanakan kegiatan sarapan bergizi bersama untuk siswa kelas VII pada Jumat pagi (25/7). Kegiatan ini dilakukan setelah salat Duha, yakni pukul 07.30–08.10 WIB, dan merupakan bagian dari implementasi program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) yang digalakkan oleh Kementerian Agama.
Sarapan bersama ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya pola makan sehat dan bergizi, tetapi juga sebagai sarana penguatan karakter melalui pembiasaan disiplin, kebersamaan, dan tanggung jawab.
Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di tiap kelas VII, di mana para siswa membawa bekal dari rumah sesuai dengan prinsip “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan RI, yang menekankan pentingnya komposisi makanan seimbang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan. Para siswa juga diingatkan untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan minum air putih minimal 8 gelas sehari.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen madrasah dalam menerapkan program 7 KAIH.
“Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga sehat jasmani dan rohani. Melalui sarapan bergizi bersama, kami tanamkan kebiasaan hidup sehat dan nilai-nilai kebersamaan sejak dini. Ini bagian dari pendidikan karakter yang tidak bisa diabaikan,” ujar H. Yatiman saat ditemui usai kegiatan.
Beliau menambahkan bahwa sarapan sehat sangat berpengaruh terhadap konsentrasi belajar siswa di kelas dan diharapkan kegiatan seperti ini dapat menjadi budaya di lingkungan madrasah.
Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Yuniyati, menjelaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan penguatan kurikulum yang mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran.
“Kurikulum madrasah tidak hanya soal pengetahuan, tapi juga soal pembentukan karakter dan kebiasaan baik. Kegiatan ini masuk dalam pembiasaan pagi dan sekaligus menjadi bagian dari perwalian. Jadi, siswa belajar banyak hal dalam satu momen tentang gizi, etika makan, dan kedisiplinan,” tuturnya.
Yuniyati juga mengapresiasi partisipasi aktif wali kelas dalam membimbing dan mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, wali kelas 7B, Nabila Kirana, merasa kegiatan ini memberikan ruang bagi guru untuk mendampingi siswa dalam suasana yang lebih santai namun edukatif.
“Kami menyampaikan pentingnya membawa bekal sehat dan menunjukkan langsung bagaimana isi piring yang seimbang. Ada siswa yang awalnya hanya membawa makanan ringan, tapi setelah diedukasi, mereka mulai membawa sayur dan buah. Ini hasil yang sangat membahagiakan,” jelas Nabila.
Ia juga menekankan pentingnya keteladanan dari guru.
“Kami juga makan bersama mereka, menunjukkan bahwa guru pun menerapkan kebiasaan yang sama,” tambahnya.
Salah satu siswa kelas 7, Dinda Maharani, mengaku senang dengan kegiatan ini. Ia merasa lebih bersemangat belajar setelah sarapan bersama teman-teman.
“Biasanya saya kadang malas sarapan. Tapi sekarang jadi semangat karena bareng-bareng. Makanan saya juga lebih lengkap, ada nasi, telur, bayam, dan pepaya,” ujar Dinda dengan senyum.
Ia berharap kegiatan ini bisa dilakukan rutin, karena juga membuat suasana kelas lebih akrab dan menyenangkan.
Dengan dukungan semua pihak kepala madrasah, guru, orang tua, dan siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap dapat menjadi pelopor madrasah sehat dan berkarakter di Kabupaten Banjarnegara. (Fy)







