Musrenbangdes Kebutuhduwur: Penyuluh Agama Islam Tekankan Peran Nilai Religius dalam Pembangunan 2026

Banjarnegara (Humas) – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun 2025 berhasil diselenggarakan di Desa Kebutuhduwur pada Kamis (11/9/2025) bertempat di Balai Desa Kebutuhduwur.

Acara tersebut dihadiri oleh Camat Pagedongan, Purwanto, Kepala Puskesmas, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Pagedongan yang diwakili oleh Penyuluh Agama Islam, Syarif Nurhidayah, Danposramil, Kapolsek, Kepala Desa, seluruh anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok perempuan dan pemuda, serta unsur terkait lainnya termasuk Babinsa.

Kegiatan Musrenbangdes ini bertujuan untuk membahas dan menyepakati usulan prioritas pembangunan desa tahun 2026, sekaligus merumuskan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa sebagai dasar pelaksanaan pembangunan agar lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam forum musyawarah, para peserta secara kolaboratif membahas sejumlah usulan, terutama terkait infrastruktur dasar seperti perbaikan jalan, pembangunan talud, pembangunan PAUD, serta pengelolaan sampah yang dinilai mendesak oleh masyarakat. Setelah melalui diskusi dan kesepakatan bersama, usulan-usulan prioritas tersebut ditetapkan dalam berita acara yang ditandatangani pimpinan musyawarah bersama seluruh perwakilan yang hadir.

Keputusan penting dalam Musrenbangdes kali ini adalah penetapan prioritas pembangunan jalan desa dan irigasi yang akan diajukan ke tingkat lebih tinggi untuk dianggarkan pada tahun anggaran 2026.

Camat  Purwanto dalam sambutanya menyampaikan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar pembangunan berjalan baik.

“Ayo kita sama-sama mendukung program desa, termasuk pembuatan tempat sampah dan pos siskamling, sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan” ucapnya.

Dalam kesempatan kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam, Syarif Nurhidayah juga turut menyampaikan mengenai peran strategis KUA khususnya Penyuluh Agama Islam sebagai motivator, fasilitator, dan katalisator dalam mengintegrasikan penguatan karakter keagamaan ke dalam rencana pembangunan desa.

“Penyuluh Agama Islam akan memastikan nilai-nilai agama seperti moralitas dan spiritualitas menjadi dasar setiap program pembangunan, sekaligus membimbing masyarakat agar dapat mengamalkan ajaran agama secara moderat dan toleran. Kehadiran penyuluh yang dekat dengan masyarakat diharapkan mampu memperkuat karakter keagamaan di Desa Kebutuhduwur” jelasnya.

Musrenbangdes ditutup dengan harapan bahwa seluruh program pembangunan tahun 2026 dapat berjalan dengan baik, serta masyarakat berpartisipasi aktif demi mewujudkan pembangunan desa yang sejahtera dan berkarakter. (s, azd)

Skip to content