Optimalisasi Waktu dalam Perspektif Islam, Heri Sutikno Berikan Penyuluhan di Majelis Taklim Al Hikmah Gumiwang

Banjarnegara (Humas) — Upaya meningkatkan kualitas keimanan sekaligus kesadaran dalam mengelola kehidupan sehari-hari terus dilakukan oleh para penyuluh agama. Hal ini tampak dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Heri Sutikno, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (24/4/2026) di Gedung Balaimuslimin Mergayasa Kulon, Desa Gumiwang, dan diikuti dengan antusias oleh sekitar 40 jamaah ibu-ibu dari Majelis Taklim Al Hikmah. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyertai jalannya kegiatan sejak awal hingga akhir.

Dalam penyampaiannya, Heri Sutikno mengangkat tema “Manajemen Waktu dalam Islam”, sebuah materi yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya bagi para ibu yang memiliki peran ganda dalam keluarga. Ia menekankan bahwa waktu merupakan amanah dari Allah Swt yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Dalam Islam, waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Bahkan Allah bersumpah atas nama waktu dalam Al-Qur’an, yang menunjukkan betapa pentingnya kita menghargai setiap detik yang kita miliki,” jelasnya di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, ia mengajak para jamaah untuk mulai membiasakan diri menyusun prioritas, mendahulukan kewajiban, serta menghindari aktivitas yang tidak bermanfaat. Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, sehingga waktu yang dimiliki benar-benar membawa keberkahan.

Para jamaah terlihat aktif mengikuti kegiatan tersebut, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi ringan yang muncul selama sesi berlangsung. Materi yang disampaikan pun terasa dekat dengan kehidupan mereka, sehingga mudah dipahami dan diterapkan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para jamaah mampu mengelola waktu dengan lebih baik, tidak hanya untuk urusan rumah tangga, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas ibadah dan kedekatan kepada Allah Swt.

Kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini menjadi salah satu bentuk nyata peran penyuluh agama dalam membina umat, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. 

(rp/azd)

Skip to content