Banjarnegara – MIFABARA kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak melalui kegiatan Parenting dan Sosialisasi Anti Bullying bagi orang tua siswa Kelas 1 Bilingual. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk sinergi antara madrasah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak, khususnya pada masa awal memasuki jenjang sekolah dasar.(23/6)
Kegiatan parenting diikuti dengan antusias oleh para wali murid yang hadir untuk mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai pentingnya pencegahan perilaku perundungan (bullying) sejak usia dini. Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, peserta diajak memahami berbagai bentuk bullying yang sering terjadi pada anak, baik secara verbal, fisik, sosial, maupun melalui media digital.
Guru Kelas 1 Bilingual, Nihri, menyampaikan bahwa pencegahan bullying tidak dapat dilakukan oleh sekolah saja, melainkan membutuhkan peran aktif orang tua sebagai pendidik utama di rumah.
“Anak-anak belajar dari lingkungan terdekatnya. Ketika di rumah mereka dibiasakan untuk saling menghormati, berbicara dengan baik, dan menghargai perbedaan, maka kebiasaan positif tersebut akan terbawa ke lingkungan sekolah,” jelas salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.
Melalui sosialisasi ini, para orang tua diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda anak yang menjadi korban maupun pelaku bullying. Selain itu, mereka juga mendapatkan berbagai strategi pendampingan yang dapat dilakukan di rumah, seperti membangun komunikasi terbuka, meningkatkan rasa percaya diri anak, menanamkan empati, serta mengajarkan cara menyelesaikan masalah dengan bijak.
Sosialisasi ini juga bertujuan membangun kesamaan pemahaman antara pihak sekolah dan keluarga dalam upaya mencegah segala bentuk perundungan sejak dini. Dan diharapkan dari kegiatan ini terciptanya kerja sama yang lebih erat antara orang tua dan madrasah dalam membentuk karakter peserta didik. Selain itu, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, memiliki empati tinggi, mampu menghargai teman, serta berani melaporkan apabila menemukan tindakan yang mengarah pada bullying.
“Kami jadi lebih memahami bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan anak dan bagaimana mencegah perilaku bullying sejak dini,” tutur salah satu wali murid.
Dengan dukungan orang tua dan madrasah yang berjalan seiring, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter mulia, penuh empati, serta mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.(nas)







