Outbond Edukatif Matamuda MTs Muhammadiyah 2 Kalibening: Siswa Belajar Tanggap Bencana dan Penanganan Ular di Curug Sinoman

Kalibening – MTs Muhammadiyah 2 Kalibening menggelar kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) yang berbeda dari biasanya pada Kamis, 16 Juli 2026. Bertempat di kawasan wisata Curug Sinoman Kalibening, ratusan siswa diajak outbond sambil belajar penanggulangan bencana bersama tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Meskipun kegiatan Matamuda untuk siswa baru kelas 7, namun seluruh siswa kelas 8 dan 9 juga ikut serta. Karena materi yang disampaikan juga berguna bagi mereka. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini bertujuan membekali seluruh siswa dengan keterampilan praktis sekaligus membangun kebersamaan dan kepedulian.

Belajar Pertolongan Pertama Langsung dari MDMC

Tim MDMC Banjarnegara hadir sebagai pemateri utama. Mereka yang terdiri dari 3 pemuda, Fachri, Herrin, dan Arifin, memberikan materi tentang cara mengenali gejala-gejala bencana alam.  Para siswa tidak hanya mendengarkan teori, tapi juga praktik langsung penanganan kondisi darurat. Materi yang diberikan meliputi :

  • Penanggulangan bencana: Pengenalan jenis bencana di wilayah Kalibening dan langkah evakuasi mandiri.
  • Pertolongan pertama: Simulasi cara menangani korban pingsan, serta teknik bidai sederhana untuk korban patah tulang kaki maupun tangan menggunakan alat seadanya.

“Anak-anak sangat antusias saat praktik. Harapannya mereka tidak panik dan bisa jadi penolong pertama di lingkungan rumah atau sekolah kalau ada kejadian,” ujar Fachri.

Edukasi Ular Berbisa dan Tidak Berbisa

Sesi yang paling menyita perhatian adalah pengenalan beberapa ekor ular yang dibawa tim MDMC. Siswa diajak mengenali ciri ular berbisa dan tidak berbisa yang sering ditemui di sekitar pemukiman Kalibening. MDMC juga mendemonstrasikan cara aman menghadapi ular yang masuk ke rumah warga, mulai dari langkah pencegahan, tidak panik, hingga cara menghubungi pihak berwenang untuk evakuasi. “Jangan dipukul sembarangan. Kenali dulu, amankan diri, lalu lapor,” tegas pemateri.

Games Kekompakan dan Nikmati Curug Sinoman

Disamping itu diadakan game estafet karet dengan menggunakan sedotan untuk melatih kekompakan mereka. Gelak tawa siswa pecah saat berusaha memindahkan karet secepat mungkin tanpa terjatuh. Surono, Kepala MTs Muhammadiyah 2 Kalibening menyampaikan bahwa pemilihan Curug Sinoman sebagai lokasi Matamuda agar siswa lebih dekat dengan alam sekaligus belajar mitigasi risiko. “Kalibening ini daerah perbukitan, rawan longsor dan banyak habitat ular. Bekal ini penting untuk anak-anak,” tuturnya.

Dan acara terakhir mereka menikmati indah dan segarnya air Curug Sinoman sebagai penutup kegiatan. Para siswa mengaku senang karena Matamuda tahun ini tidak hanya perkenalan, tapi juga dapat ilmu yang bermanfaat.(asg)

Skip to content