PAIF Sigaluh Berikan Bimbingan Fikih Wanita kepada Remaja Masjid At-Taqwa Prigi

Banjarnegara (Humas) – Masa remaja merupakan fase yang sangat rentan, karena menjadi masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada tahap ini terjadi perubahan secara fisik, psikologis, dan fisiologis yang membutuhkan pendampingan dan perhatian dari orang tua maupun lingkungan sekitar, termasuk guru dan tokoh agama.

Sebagai bentuk pendampingan terhadap remaja di masa transisi ini, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Kecamatan Sigaluh, Khalimatus Sya’diyah, memberikan edukasi keagamaan kepada para remaja putri Masjid At-Taqwa, Desa Prigi, Kecamatan Sigaluh, pada Jumat (3/10/2025).

Kegiatan dilaksanakan setelah para remaja menyelesaikan kegiatan mengaji, bertempat di serambi masjid. Materi yang disampaikan bertema “Fikih Wanita”, yang secara khusus membahas permasalahan darah-darah wanita: haid, nifas, dan istihadhah.

“Para remaja putri harus mulai memahami fikih kewanitaan, karena semua perempuan akan mengalaminya. Ini penting untuk kesiapan ibadah dan kehidupan sehari-hari,” jelas Khalimah.

Dalam pemaparannya, Khalimah menjelaskan secara rinci perbedaan antara darah haid, nifas, dan istihadhah, serta bagaimana pengaruhnya terhadap ibadah, seperti salat dan puasa. Ia menekankan bahwa pemahaman sejak dini akan membantu para remaja agar tidak bingung atau khawatir ketika mulai mengalami siklus haid.

“Bagi yang sudah mengalami haid, harus berhati-hati dalam menjalankan ibadah. Sementara yang belum, bisa menjadikan materi ini sebagai bekal agar siap saat waktunya tiba,” imbuhnya.

Khalimah juga mengingatkan pentingnya membedakan antara jenis-jenis darah, terutama haid dan istihadhah, yang kerap kali sulit dikenali. Pengetahuan ini bertujuan agar para remaja tidak keliru dalam menentukan kondisi dirinya terkait kewajiban ibadah.

Kegiatan berlangsung interaktif, dan para peserta mengikuti dengan antusias. Di akhir sesi, Khalimah memberikan pesan penutup:

“Silakan kalian praktikkan apa yang sudah didapatkan hari ini. Insya Allah, pemahaman ini akan menambah nilai ibadah kalian ke depannya.”

Melalui kegiatan ini, diharapkan para remaja putri semakin siap dalam menyambut fase kedewasaan dengan pemahaman agama yang memadai, khususnya terkait fikih kewanitaan. (ks/azd)