Pantau Hari Ketiga Pelaksanaan ASAS Gasal, Kepala MTs Negeri 1 BanjarnegaraLakukan Monitoring

Banjarnegara (Humas) – Rabu (26/11) menjadi hari penting bagi pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Gasal Tahun Pelajaran 2025/2026 di MTs Negeri 1 Banjarnegara. Memasuki hari ketiga, asesmen yang dijalani oleh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX ini meliputi dua mata pelajaran, yakni Matematika dan Fikih. Untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar, tertib, dan sesuai prosedur, Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, melakukan monitoring langsung ke sejumlah ruang ujian sejak pagi.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Kepala Madrasah meninjau beberapa ruang tes dari total 30 ruang yang digunakan dalam pelaksanaan ASAS. Kehadiran beliau disambut oleh para pengawas ruang serta peserta didik yang tengah berkonsentrasi mengerjakan soal berbasis kertas. Monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat asesmen mulai dari naskah soal, lembar jawab, kesiapan ruang, hingga kedisiplinan peserta telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan panitia.

“Pelaksanaan ASAS hari ketiga ini berjalan sangat baik. Saya melihat kesiapan guru pengawas, ketertiban peserta didik, serta kondisi ruang ujian yang sudah sesuai standar. Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan kondusif sehingga asesmen ini benar-benar dapat mengukur capaian belajar siswa secara objektif,” ujar H. Yatiman saat ditemui di salah satu ruang ujian.

Selain itu, Kepala Madrasah juga menyampaikan apresiasinya kepada panitia ASAS, pengawas ruang, dan seluruh tenaga pendidik serta kependidikan yang telah berkoordinasi dengan baik dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia berharap ritme positif pelaksanaan ASAS dapat terjaga hingga hari terakhir.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Kepala Madrasah didampingi oleh beberapa pihak, termasuk Haki Wanudya Taranggana, salah satu pengawas ruang yang bertugas pada hari ketiga. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian di ruang yang diawasinya berjalan lancar dan tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah, dari awal masuk ruang hingga selesai sesi pertama, semuanya aman dan tertib. Para siswa datang tepat waktu, mengisi biodata dengan benar, dan mengerjakan soal dengan disiplin. Kami sebagai pengawas juga memastikan tidak ada gangguan, baik teknis maupun nonteknis,” ungkap Haki Wanudya Taranggana.

Sementara itu, Setiyo Aji selaku Sekretaris ASAS memberikan penjelasan tentang teknis pelaksanaan asesmen hari ketiga. Ia memastikan bahwa seluruh kebutuhan logistik, distribusi soal, hingga pengaturan jadwal telah dipersiapkan jauh sebelumnya.

“Untuk hari ketiga ini, kami membagi dua sesi seperti hari sebelumnya. Setiap ruang kami pastikan mendapat paket soal tepat waktu. Kami juga terus berkoordinasi dengan pengawas ruang untuk memastikan absensi, kelengkapan administrasi, serta ketertiban siswa berjalan sesuai prosedur,” jelas Setiyo Aji.

Ia juga menambahkan bahwa panitia selalu bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan kendala seperti kekurangan naskah soal atau kebutuhan tambahan lembar jawab, meskipun hingga hari ketiga belum terjadi kendala berarti.

Suasana pelaksanaan ASAS hari ketiga juga dirasakan langsung oleh peserta didik. Naira, siswi kelas 8E yang mengikuti asesmen Matematika dan Fikih hari itu, mengaku cukup percaya diri dengan materi yang diujikan.

“Tadi soalnya menantang, terutama Matematika, tapi karena sudah belajar sejak jauh hari, saya bisa mengerjakan sebagian besar dengan baik. Pengawasnya juga ramah dan suasananya tenang, jadi kami bisa fokus,” ujar Naira.

Ia menambahkan bahwa ia dan teman-temannya merasa nyaman dengan sistem asesmen yang tertib serta lingkungan yang mendukung.

Secara keseluruhan, pelaksanaan ASAS Gasal hari ketiga di MTs Negeri 1 Banjarnegara berlangsung sukses, aman, dan kondusif. Monitoring yang dilakukan Kepala Madrasah serta koordinasi yang solid antara panitia, pengawas ruang, dan peserta didik menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan ini. Dengan terselenggaranya ASAS secara tertib, madrasah berharap hasil asesmen dapat benar-benar menggambarkan kemampuan akademik peserta didik dan menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran ke depan. (Fy/La)

Skip to content