Pasca IMTAS Qiroati, Kelompok Tahfidz MIFABARA Terus Semangat Jaga dan Tambah Hafalan Al-Qur’an

Banjarnegara – Semangat mencintai dan menghafal Al-Qur’an terus tumbuh di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA). Setelah mengikuti Iatihan Akhir Santri (IMTAS) Qiroati, kegiatan pembelajaran Al-Qur’an dan tahfidz tetap berlangsung secara konsisten. Salah satunya melalui kegiatan kelompok tahfidz yang dibimbing oleh Marba, guru tahfidz MIFABARA.(20/8)

Dalam kegiatan kelompok tahfidz, para siswa tampak antusias memberikan setoran hafalan kepada Marba. Satu per satu siswa maju dengan membawa hafalan yang telah dipersiapkan. Dengan penuh percaya diri mereka melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an di hadapan guru pembimbing.

Marba dengan sabar menyimak setiap lantunan hafalan siswa. Jika ditemukan kesalahan, baik dalam pelafalan maupun kelancaran hafalan, ia memberikan koreksi dan membimbing siswa untuk mengulanginya hingga lebih tepat. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting agar hafalan yang dimiliki siswa tidak hanya banyak, tetapi juga benar bacaannya dan kuat hafalannya.

Tidak berhenti pada setoran hafalan, siswa juga mendapatkan berbagai teknik menghafal secara efektif dan cepat. Marba memberikan arahan tentang pentingnya membaca ayat secara berulang, menghafal sedikit demi sedikit, menghubungkan ayat yang satu dengan ayat berikutnya, serta melakukan murajaah secara rutin.

“Yang paling penting dalam tahfidz adalah istiqamah. Anak-anak boleh memiliki target hafalan, tetapi harus dibarengi dengan murajaah dan menjaga kualitas bacaan. Dengan cara yang tepat dan latihan yang rutin, menghafal Al-Qur’an akan terasa lebih mudah,” ungkap Marba, guru tahfidz MIFABARA.

Suasana kegiatan pun berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat. Sambil menunggu giliran setoran, beberapa siswa terlihat mengulang hafalannya secara mandiri. Ada pula yang saling menyimak dan membantu mengingatkan ketika temannya lupa pada bagian tertentu.

Kebiasaan tersebut menjadi budaya positif di lingkungan MIFABARA. Para siswa tidak hanya belajar menghafal, tetapi juga belajar sabar, disiplin, percaya diri, saling membantu, dan bertanggung jawab terhadap hafalan yang telah mereka miliki.

Sebab perjalanan bersama Al-Qur’an bukanlah perlombaan tentang siapa yang paling cepat menyelesaikan hafalan. Lebih dari itu, ia adalah perjalanan panjang tentang istiqamah, kesabaran, dan menjaga ayat-ayat Allah tetap hidup dalam hati.

Melalui pendampingan guru dan semangat para siswa, MIFABARA terus berikhtiar menumbuhkan generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai cahaya dalam sikap dan kehidupan sehari-hari.(nas)

Skip to content