Banjarnegara – Rasa syukur atas keberhasilan meraih Juara 1 Sekolah Sehat Tingkat Kabupaten Banjarnegara tidak hanya diwujudkan melalui penerimaan penghargaan, tetapi juga dengan melakukan doa dan evaluasi bersama. Seluruh guru MIFABARA berkumpul dalam suasana santai untuk memanjatkan rasa syukur sekaligus merefleksikan perjalanan program sekolah sehat yang selama ini telah dibangun bersama.(17/8)
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh guru untuk melihat kembali berbagai program dan pembiasaan yang telah diterapkan di madrasah. Penghargaan yang telah diraih dipandang bukan sebagai akhir perjuangan, melainkan sebagai amanah untuk terus menjaga kualitas lingkungan dan budaya hidup sehat di MIFABARA.
Suasana hangat penuh kebersamaan, para guru berdiskusi mengenai berbagai hal yang sudah berjalan dengan baik maupun aspek yang masih perlu diperbaiki. Evaluasi dilakukan secara terbuka agar setiap program sekolah sehat dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga madrasah.
Nihri, guru MIFABARA menyampaikan sebuah refleksi yang menjadi pengingat bersama.
“Meraih juara mungkin lebih mudah dibandingkan dengan konsisten menjaganya. Setelah mendapatkan penghargaan, tantangan kita justru semakin besar untuk mempertahankan dan meningkatkan apa yang sudah dibangun.”
Evaluasi dilakukan dengan mengacu pada empat komponen standar sekolah sehat, baik dari sisi pembiasaan maupun manajemen yang telah diterapkan di madrasah. Berbagai program yang selama ini berjalan ditinjau kembali untuk memastikan pelaksanaannya tetap konsisten dan tidak berhenti setelah memperoleh penghargaan.
Bagi MIFABARA, evaluasi bukan sekadar mencari kekurangan, tetapi menjadi sarana untuk menemukan solusi dan menyusun langkah perbaikan. Setiap masukan dari guru menjadi bahan penting dalam melakukan kontrol terhadap pelaksanaan program sekolah sehat di madrasah.
Menariknya, evaluasi dilakukan dalam suasana yang tidak kaku. Para guru duduk bersama di tempat yang nyaman sembari menikmati makan bersama. Suasana santai tersebut membuat komunikasi menjadi lebih cair, sehingga berbagai gagasan, masukan, dan evaluasi dapat disampaikan dengan lebih terbuka.
Kebersamaan ini menjadi kekuatan tersendiri bagi MIFABARA. Ketika seluruh guru memiliki komitmen yang sama, sekolah sehat tidak berhenti sebagai sebuah predikat, tetapi tumbuh menjadi budaya yang hidup dalam keseharian.
Juara adalah pencapaian, tetapi konsistensi adalah pembuktian. MIFABARA terus bergerak, mengevaluasi, memperbaiki, dan menjaga komitmen untuk mewujudkan madrasah yang sehat, bersih, nyaman, dan peduli lingkungan.(nas)







