Pelatihan Dawet Ayu Banjarnegara: Penyuluh Agama Islam Mandiraja Rangkul Anak Punk untuk Berkarya

Banjarnegara (Humas) — Dalam upaya memperkuat pembinaan sosial dan menumbuhkan semangat kemandirian di kalangan masyarakat, Kapolsek Mandiraja AKP Akbarul Hamzah bersama Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja memberikan pengarahan dan pembinaan kepada komunitas anak punk, penyandang disabilitas, dan anak-anak dari ARA Tuna Rungu Mandiraja, pada kegiatan yang digelar di Bengkel Hati milik Imam Hambali, Kecamatan Mandiraja. (7/10)

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat lintas komunitas yang digagas oleh Penyuluh Agama Islam Mandiraja, dengan tema “Bangkit, Berkarya, dan Berdaya Bersama”.

Tujuannya adalah untuk membangun semangat positif, memperkuat karakter, serta menumbuhkan rasa percaya diri di kalangan peserta binaan.

 Pesan Humanis Kapolsek Mandiraja

Dalam arahannya, Kapolsek Mandiraja AKP Akbarul Hamzah menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keharmonisan masyarakat.

Ia mengapresiasi langkah para penyuluh agama yang telah berinisiatif menjembatani anak-anak muda dari berbagai latar belakang sosial agar memiliki kegiatan yang produktif dan bermanfaat.

 “Kita semua memiliki peran untuk menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif. Anak punk, penyandang disabilitas, maupun siapa pun, semuanya punya potensi untuk sukses. Asalkan diarahkan, dibina, dan diberi kesempatan, mereka bisa menjadi teladan bagi yang lain,” ungkap AKP Akbarul Hamzah.

Beliau juga berpesan agar para peserta menjauhi hal-hal negatif, menjaga pergaulan, dan mulai menanamkan semangat usaha serta tanggung jawab terhadap masa depan.

Peran Penyuluh Agama Islam dalam Pembinaan Sosial

Sementara itu, Hendriyanto, salah satu Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata peran penyuluh dalam menjalankan fungsi pembinaan umat secara menyeluruh — tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga sosial dan ekonomi.

 “Kami ingin membuka ruang bagi siapa pun untuk belajar dan berkembang. Melalui pendekatan hati, kita bisa merangkul anak-anak muda, saudara disabilitas, maupun komunitas lain agar tumbuh rasa saling menghargai dan saling mendukung,” ujar Hendriyanto.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan motivasi untuk mengembangkan potensi diri, termasuk melalui pelatihan keterampilan sederhana seperti pembuatan Dawet Ayu Banjarnegara, yang sebelumnya telah dilaksanakan di tempat yang sama.

Suasana Penuh Keakraban

Kegiatan pembinaan berjalan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Kapolsek Mandiraja bersama penyuluh agama berbaur langsung dengan para peserta, berdialog santai, mendengarkan cerita, dan memberikan semangat.

Peserta tampak antusias dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan.

Salah satu peserta dari komunitas anak punk mengaku merasa dihargai dan termotivasi setelah mendapatkan pembinaan.

 “Senang banget bisa diajak ngobrol dan dibimbing langsung. Biasanya kami dijauhi, tapi di sini kami diterima dan diajari banyak hal positif,” ungkap salah satu peserta dengan penuh haru.

 Menebar Semangat Moderasi dan Kemandirian

Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara aparat kepolisian dan penyuluh agama dalam membangun masyarakat yang inklusif, toleran, dan mandiri.

Sinergi antara Kapolsek Mandiraja AKP Akbarul Hamzah dan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja diharapkan mampu menjadi contoh nyata pendekatan humanis dalam pembinaan sosial dan keagamaan.

Skip to content