Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan Tekankan Peran Vital Orang Tua dalam Pendidikan Anak di DAC Gumingsir

Banjarnegara (Humas) – Sebanyak 20 orang wali siswa Darul Athfal Cokroaminoto (DAC) Gumingsir antusias mengikuti kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan. Acara yang bertempat di DAC Gumingsir pada Selasa (7/10), ini menghadirkan M. Syaiful Abidin, seorang Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini mengusung tema yang mendalam, yakni “Anak Adalah Amanah: Menyemai Kasih, Menuai Masa Depan”.

Dalam paparannya, M. Syaiful Abidin menekankan bahwa anak merupakan karunia sekaligus amanah besar dari Tuhan yang harus dijaga dan dididik dengan sebaik-baiknya. Ia secara tegas menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak dengan cinta, keteladanan, dan ilmu yang benar. Syaiful Abidin menjelaskan bahwa masa depan generasi bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang mereka terima, dan pendidikan yang paling fundamental bermula dari rumah.

“Pendidikan bukan semata soal transfer ilmu, tapi juga pembentukan adab dan spiritualitas,” ujar Syaiful Abidin. Ia mengajak para wali siswa untuk menjadikan diri mereka sebagai teladan yang hidup bagi anak-anak, bukan hanya sekadar pemberi perintah. Menurutnya, cinta dan kasih sayang adalah pupuk terbaik, sementara keteladanan adalah cerminan yang akan diikuti anak. Selain itu, Syaiful juga mengingatkan bahwa ilmu yang benar, terutama ilmu agama, adalah kompas yang akan menuntun anak menjalani kehidupan di masa depan.

Kegiatan ini disambut hangat oleh pihak sekolah dan seluruh wali siswa yang hadir. Aji Nurwibowo, Kepala Darul Athfal Cokroaminoto (DAC) Gumingsir, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya yang tinggi terhadap inisiatif KUA Pagentan.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran dan kontribusi Penyuluh Agama Islam dari KUA Pagentan dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan kali ini. Tema ‘Anak Adalah Amanah: Menyemai Kasih, Menuai Masa Depan‘ sangat relevan dan menyentuh,” tutur Aji Nurwibowo. Ia menambahkan bahwa momen ini berfungsi sebagai pengingat penting bagi para wali siswa. “Melalui kegiatan ini, para wali siswa diingatkan kembali akan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak dengan penuh cinta, tanggung jawab, dan nilai-nilai agama. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut demi masa depan generasi yang lebih baik,” harapnya.

Bimbingan penyuluhan ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, menunjukkan besarnya perhatian wali siswa terhadap isu-isu seputar parenting dan pendidikan karakter berbasis agama. Diharapkan, ilmu dan inspirasi yang didapat hari ini dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan keluarga, memastikan setiap anak tumbuh menjadi pribadi yang beradab, berilmu, dan siap menghadapi masa depan. (msa, azd)

Skip to content