Pembelajaran Matematika Kelas 5D MIFABARA: Pahami Segitiga Lewat Media Stik Es Krim

Banjarnegara – Pembelajaran Matematika di kelas 5D MIFABARA kembali berlangsung aktif dan menyenangkan. Masih mengangkat materi bangun ruang dan bangun datar, kali ini siswa memperdalam pemahaman tentang bangun segitiga melalui media sederhana namun edukatif, yaitu stik es krim.(14/1)

Sebelumnya, siswa telah mengenal berbagai bentuk bangun melalui kegiatan membuat kue dengan aneka bentuk. Pada pembelajaran lanjutan ini, guru mengaitkan pengalaman tersebut dengan mengenalkan sisi-sisi yang membangun bangun segitiga. Guru memulai kegiatan dengan memberikan penjelasan singkat tentang bangun segitiga yang pernah mereka temui, kemudian membagikan tiga stik es krim kepada setiap siswa.

Tahap awal, siswa diminta mengukur panjang ketiga stik es krim yang dibagikan. Karena panjangnya sama, siswa diarahkan untuk menyusun ketiganya menjadi segitiga sama sisi. Selanjutnya, guru meminta siswa memotong salah satu stik dengan panjang bebas. Dengan dua stik sama panjang dan satu stik berbeda, siswa membangun segitiga sama kaki.

Pada tahap berikutnya, siswa memotong salah satu dari dua stik yang belum dipotong sehingga ketiga stik memiliki panjang berbeda. Dari sini, siswa menyusun segitiga sembarang. Setelah semua jenis segitiga terbentuk, siswa diminta mengukur seluruh sisi dan menghitung keliling masing-masing segitiga, sehingga pemahaman konsep semakin kuat.

“Melalui kegiatan praktik langsung ini, anak-anak jadi lebih mudah membedakan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisi, karena mereka membangun sendiri bangunnya,” ujar wali kelas 5D.

Untuk memahami segitiga berdasarkan sudut, guru melanjutkan pembelajaran dengan mengajak siswa membuat simulasi jarum jam dinding menggunakan stik es krim. Ketika jarum menunjukkan pukul 3 atau 9 tepat, terbentuk sudut 90 derajat yang disebut segitiga siku-siku. Selanjutnya, guru meminta siswa memutar salah satu stik mendekati stik lainnya hingga membentuk sudut kurang dari 90 derajat, yang disebut segitiga lancip. Terakhir, siswa meregangkan stik hingga sudutnya lebih dari 90 derajat, yaitu segitiga tumpul.

Salah satu siswa mengungkapkan kegembiraannya karena pembelajaran terasa lebih mudah dipahami. “Belajar pakai stik es krim seru, jadi tahu bedanya segitiga sama sisi, sama kaki, dan sembarang,” ujarnya.

Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, menuturkan “Pembelajaran aktif seperti ini sangat efektif menumbuhkan pemahaman konsep dan membuat siswa lebih antusias belajar Matematika,” tuturnya.

Dengan media sederhana dan pendekatan kreatif, pembelajaran Matematika di kelas 5D MIFABARA berhasil menghadirkan suasana belajar yang bermakna dan menyenangkan.(nas)

Skip to content