Banjarnegara – Mandabara (MAN 2 Banjarnegara) menggelar rapat koordinasi bagi seluruh guru pengampu Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) pada Selasa, pukul 11.00 WIB di serambi perpustakaan Nuansa Ilmu Mandabara. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan pemetaan kemampuan BTQ murid kelas X agar proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing murid.
Pertemuan tersebut diikuti oleh 15 guru pengampu BTQ yang akan terlibat dalam pelaksanaan pemetaan. Dalam rapat, para peserta membahas mekanisme pelaksanaan, materi yang akan diujikan, pembagian tugas, hingga pendampingan selama kegiatan berlangsung. Koordinasi ini diharapkan mampu menghasilkan pelaksanaan pemetaan yang terstruktur, objektif, dan memberikan gambaran nyata mengenai kemampuan BTQ setiap murid.
Kepala Madrasah, Prihantoro Achmad, memberikan apresiasi atas kesiapan para guru dalam menyukseskan program tersebut. Ia menegaskan bahwa pemetaan BTQ merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di madrasah.
“Melalui koordinasi ini, saya berharap seluruh guru memiliki pemahaman yang sama mengenai pelaksanaan pemetaan BTQ. Semoga kegiatan ini memberikan hasil terbaik sehingga pembinaan kemampuan baca tulis Al-Qur’an murid dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” ujar Prihantoro.
Sementara itu, Koordinator pengampu BTQ, Alfian Nur Mustofa Kamil, menjelaskan bahwa terdapat beberapa aspek penting yang akan menjadi fokus dalam pemetaan kemampuan murid.
“Ada beberapa poin yang akan diujikan kepada murid, di antaranya kemampuan menulis atau imla dan kemampuan membaca. Untuk kemampuan membaca dimulai dari tingkat paling dasar, yaitu mengenal huruf hijaiyah, membaca huruf yang bersambung, hingga membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Insyaallah pelaksanaan pemetaan juga akan didampingi oleh murid-murid dari kelas Tahfiz sehingga prosesnya dapat berlangsung lebih tertib dan efektif,” jelas Alfian.
Melalui persiapan yang matang dan koordinasi antarguru, Mandabara berharap pemetaan BTQ dapat menjadi dasar dalam menyusun program pembinaan yang lebih tepat sasaran. Dengan demikian, kemampuan baca tulis Al-Qur’an seluruh murid dapat berkembang secara bertahap sesuai tingkat kemampuannya, sekaligus mendukung terwujudnya lulusan madrasah yang unggul dalam penguasaan ilmu agama dan berakhlak mulia. (ta)







