PENUH KEHANGATAN, MIMAU GELAR KHOTAMAN AL-QUR’AN GURU DAN DITUTUP DENGAN BUKA BERSAMA KELUARGA BESAR MIMAU

Banjarnegara — Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti kegiatan Khotaman Al-Qur’an yang dilaksanakan oleh dewan guru Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) pada hari Sabtu lalu di Masjid Baitul Falah Parakancanggah, Banjarnegara. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual yang mempererat ukhuwah serta meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di lingkungan madrasah.(21/2)

Khotaman Al-Qur’an merupakan rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan oleh para guru selama empat hari dari tanggal 18-21 Februari 2026, hingga akhirnya mencapai khatam 30 juz secara bersama-sama. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk komitmen dalam menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an, tetapi juga sebagai teladan bagi peserta didik dalam membangun budaya Qur’ani di madrasah.

Acara dimulai pada pagi hari dengan pelaksanaan sholat Dhuha, sholat Hajat secara munfarid dilanjutkan dengan doa bersama, melafalkan Asmaul Husna secara bersama – sama kemudian dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bergiliran oleh para guru. Dengan penuh kekhusyukan, setiap ayat dilantunkan dengan tartil dan penuh penghayatan. Setelah khotaman selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur serta harapan agar Al-Qur’an senantiasa menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Madrasah Wahyul Khomisah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas komitmen para guru dalam menyukseskan kegiatan ini. Beliau berharap kegiatan khotaman tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi terus berlanjut sebagai budaya positif di lingkungan madrasah.

“Semoga dengan khotaman Al-Qur’an ini, kita semua mendapatkan keberkahan, serta mampu menjadi pendidik yang tidak hanya mengajar dengan ilmu, tetapi juga dengan keteladanan akhlak dan spiritual,” ujar Wahyul dalam sambutannya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang dihadiri oleh seluruh dewan guru beserta keluarga tercinta. Suasana kehangatan dan kebersamaan begitu terasa saat para guru, pasangan, dan anak-anak berkumpul dalam satu majelis penuh kekeluargaan.

Kegiatan buka bersama ini menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antar guru dan keluarga besar madrasah. Canda tawa anak-anak serta obrolan hangat antar keluarga menambah kesan mendalam pada kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan, kekompakan, serta nilai-nilai Qur’ani semakin tertanam kuat dalam diri setiap guru. Madrasah tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu bagi peserta didik, tetapi juga menjadi rumah kedua yang penuh keberkahan bagi seluruh warga madrasah.

“Semoga kegiatan khotaman Al-Qur’an dan buka bersama ini membawa keberkahan dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat. Aamii,” pungkas Wahyul saat menutup kegiatan setelah berbuka puasa bersama.(NF)