Banjarnegara – Kegiatan belajar mengajar atau KBM bertema Kartini berlangsung meriah di kelas 1C MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU). Kelas yang berjumlah 21 murid ini mengikuti pembelajaran kreatif dengan membuat wayang tokoh RA Kartini dalam bentuk 3 dimensi melalui kegiatan menggunting dan menempel.(21/4)
Pembelajaran dilaksanakan selama dua jam pelajaran pada jam terakhir sebelum pulang sekolah. Meskipun berada di akhir waktu belajar, para murid tetap menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka tampak bersemangat saat menerima penjelasan dari wali kelas Nuri Fatimah mengenai sosok RA Kartini sebagai pahlawan emansipasi wanita, sekaligus instruksi dalam membuat karya wayang.
Kegiatan diawali dengan pengenalan singkat tentang RA Kartini, dilanjutkan dengan pembagian alat dan bahan seperti kertas bergambar, gunting, lem, serta media pendukung lainnya. Murid kemudian mulai menggunting pola yang telah disediakan, lalu menyusunnya menjadi bentuk wayang 3D yang menarik.
Suasana kelas terlihat hidup dengan kreativitas masing-masing murid. Beberapa murid dengan teliti menggunting bagian-bagian kecil, sementara yang lain fokus menempel agar hasilnya rapi dan kokoh. Nuri panggilan harian wali kelas 1C tersebut, aktif mendampingi dan memberikan arahan kepada murid yang mengalami kesulitan.
Dalam keterangannya, Nuri menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai perjuangan RA Kartini sekaligus melatih keterampilan motorik halus murid.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mengenal sosok RA Kartini, tetapi juga belajar berkarya, melatih kesabaran, dan meningkatkan kreativitas mereka,” ujar Nuri dihadapan guru lain yang ikut menyaksikan proses pembuatan karya tersebut.
Hasil karya murid pun beragam dan penuh warna. Setiap wayang memiliki ciri khas tersendiri sesuai dengan imajinasi pembuatnya. Di akhir kegiatan, murid menunjukkan hasil karyanya dengan rasa bangga.
Kepala madrasah, Wahyul Khomisah, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa salah satu pembelajaran kreatif seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter dan keterampilan murid sejak dini.
“Kegiatan ini sangat positif karena menggabungkan penanaman nilai sejarah dengan pengembangan kreativitas. Anak-anak belajar sambil berkarya, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan,” tuturnya.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan murid kelas 1C semakin mengenal tokoh-tokoh nasional serta mampu mengekspresikan diri melalui karya kreatif. MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif dan inspiratif bagi seluruh muridnya. (NF)







