Penyuluh Agama Berikan Edukasi PHBS secara Holistik pada Kelas Balita Desa Berta

Banjarnegara (Humas) — Kegiatan penyuluhan pada kelas balita di Desa Berta berlangsung meriah ketika penyuluh agama ikut hadir mewarnai dan memberikan materi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam tinjauan Islam. Penyuluhan ini menjadi unik karena menggabungkan dua pendekatan sekaligus, yaitu sudut pandang ahli gizi dan sudut pandang agama, sehingga para orang tua balita mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh. Kegiatan ini menjadi perhatian warga karena memadukan tiga perspektif sekaligus: sudut pandang ahli gizi, sudut pandang agama, serta ikhtiar spiritual berupa doa untuk tumbuh kembang anak agar sehat dan terhindar dari penyakit, termasuk penyakit ‘ain.

Pada sesi pertama, materi PHBS dari perspektif ahli gizi yang disampaikan oleh Farhatul Iftitah ahli gizi dari Puskesmas Susukan 1. Ia menjelaskan bahwa balita berada pada fase emas pertumbuhan yang membutuhkan pola makan seimbang serta kebiasaan bersih sehari-hari. Orang tua diingatkan untuk membiasakan anak cuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan kuku, menyediakan makanan halal dan bergizi, serta memastikan lingkungan bermain selalu higienis. “Kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari inilah yang akan membentuk kesehatan jangka panjang anak,” jelasnya.

Shafarini Nada Setiyani selaku ahli gizi dari Puskesmas Susukan 1 juga menekankan bahwa balita berada pada masa pertumbuhan cepat yang sangat dipengaruhi oleh pola makan dan kebiasaan bersih sehari-hari. Para orang tua diingatkan bahwa hal sederhana seperti membiasakan anak cuci tangan pakai sabun, menyediakan makanan bergizi seimbang, merupakan langkah dasar yang sangat menentukan kesehatan mereka. Shafa juga menambahkan bahwa orang tua memiliki peran besar dalam memberikan contoh. “Anak tidak hanya mendengar, tetapi meniru. Jadi orang tua harus menjadi teladan PHBS di rumah,” ucapnya.

Dari sisi agama, Yusuf Andi Yulianto selaku penyuluh agama Islam KUA Susukan menegaskan bahwa Islam sangat menekankan pentingnya kebersihan dan kesehatan. Disampaikan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, sehingga menanamkan perilaku bersih sejak kecil merupakan bagian dari mendidik karakter dan akhlak anak. Penyuluh juga mengingatkan bahwa memberikan makanan yang halal dan baik (halalan tayyiban) merupakan tanggung jawab orang tua. “Menjaga kesehatan anak berarti menjaga amanah Allah, sehingga kebiasaan sehat memiliki nilai ibadah,” tuturnya.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya orang tua yang bertanya tentang cara menghadapi anak yang sulit makan sayur, sering jajan tidak sehat, hingga kebiasaan bermain tanpa mencuci tangan. Penyuluh memberikan solusi praktis dengan pendekatan kesehatan dan penguatan nilai-nilai agama.

Melalui penyuluhan ini, diharapkan keluarga di Desa Berta mampu menerapkan PHBS secara konsisten di rumah sehingga balita tumbuh sehat sekaligus memiliki dasar karakter yang baik. Program serupa direncanakan digelar secara berkala untuk memperkuat perilaku sehat masyarakat.

Sebagai penutup, penyuluh mengajak para orang tua untuk melakukan ikhtiar spiritual melalui doa. Doa dipanjatkan agar seluruh balita di Desa Berta tumbuh sehat, kuat, ceria, memiliki akhlak baik, serta dijauhkan dari berbagai penyakit, termasuk penyakit ‘ain yang sering dikhawatirkan orang tua. Para peserta mengikuti doa dengan khusyuk dan penuh harapan. 

(mnr/yay, azd)

Skip to content