Banjarnegara (Humas) – Suasana ruang perawatan di Puskesmas 1 Punggelan terasa berbeda pada Kamis pagi (20/11). Empat pasien—tiga orang dewasa dan satu anak-anak—mendapat kunjungan dari tim Bimbingan Rohani Islam (Bimrohis), sebuah program kolaboratif antara Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Punggelan dan pihak Puskesmas.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk kepedulian spiritual terhadap pasien yang tengah menjalani proses penyembuhan. Tiga penyuluh agama Islam hadir langsung ke ruang perawatan, membawa semangat dan ketenangan melalui doa bersama, bimbingan ibadah, serta motivasi keagamaan yang disampaikan secara personal kepada pasien dan keluarganya.
“Kami ingin memastikan bahwa pasien tetap merasa dekat dengan Allah, meski sedang dalam kondisi sakit. Dukungan rohani ini penting untuk memperkuat semangat mereka dalam proses penyembuhan,” ujar Syu’bi Nurdiyanti, salah satu penyuluh yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Selain membacakan doa dan memberikan penguatan mental, para penyuluh juga membimbing pasien dalam menjalankan ibadah sesuai dengan kondisi fisik mereka. Termasuk di antaranya adalah tata cara sholat bagi orang sakit, dzikir ringan yang bisa dibaca di tempat tidur, serta nasihat-nasihat yang menenangkan hati.
Program Bimrohis sendiri merupakan bagian dari upaya integrasi layanan keagamaan dalam sistem kesehatan masyarakat. Dengan menggandeng Puskesmas, KUA Punggelan berupaya menghadirkan pendekatan holistik dalam pelayanan publik—tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga spiritual dan emosional.
Dengan semangat kebersamaan dan pelayanan yang menyentuh hati, program Bimrohis diharapkan menjadi jembatan kasih sayang antara tenaga medis, tokoh agama, dan masyarakat. Karena dalam setiap proses penyembuhan, selain obat dan perawatan, doa dan harapan adalah bagian penting yang tak boleh dilupakan.
(SNi/ azd)







