Penyuluh Agama dan Tenaga Kesehatan Kolaborasi Beri Edukasi di Pos UKK Beji Wetan

Banjarnegara (Humas) – Sinergi lintas sektor kembali diwujudkan di Kecamatan Pandanarum melalui kegiatan penyuluhan bersama yang dilakukan oleh Efatun Vaizah, Penyuluh Agama Islam dari KUA Pandanarum, dan Apri, tenaga Kesehatan Masyarakat dari Puskesmas Pandanarum. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Beji Wetan, Desa Beji, menyasar kelompok masyarakat Pos UKK (Unit Kesehatan Kerja) yang mayoritas anggotanya adalah ibu-ibu pembuat bulu mata buatan. (18/7)

Pekerjaan pembuatan bulu mata tiruan dikenal sebagai pekerjaan rumahan yang membutuhkan ketelitian tinggi dan konsentrasi penuh pada penglihatan. Dalam kesehariannya, para ibu ini mengandalkan pencahayaan terang bahkan hingga larut malam demi menyelesaikan target produksi. Risiko kelelahan mata, gangguan penglihatan, dan kesehatan mental akibat tekanan kerja yang tinggi menjadi perhatian utama dalam penyuluhan ini.

Kegiatan kepenyuluhan ini merupakan program rutin bulanan yang diselenggarakan setiap hari Jumat, bertempat di rumah salah satu anggota kelompok secara bergiliran. Materi yang disampaikan kali ini mencakup dua aspek utama: kesehatan kerja dan spiritualitas dalam bekerja.

Dalam sesi pertama, Apri dari Puskesmas Pandanarum memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata, postur tubuh saat bekerja, serta teknik relaksasi sederhana untuk mencegah kelelahan berlebihan. Ia juga mengimbau pentingnya istirahat berkala, penggunaan lampu yang ramah mata, serta menjaga sirkulasi udara di ruang kerja.

“Pekerjaan ini tampak sederhana, tapi berisiko tinggi jika dilakukan terus-menerus tanpa memperhatikan kesehatan. Kita harus menjaga agar ibu-ibu tetap sehat, produktif, dan tidak mengalami gangguan mata atau fisik jangka panjang,” terang Apri.

Sementara itu, dalam sesi berikutnya, Efatun Vaizah memberikan penguatan nilai-nilai spiritual terkait niat bekerja, etos kerja dalam Islam, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara ikhtiar dan ibadah.

“Setiap pekerjaan, jika dilakukan dengan niat yang benar dan cara yang baik, akan bernilai ibadah. Tapi kita juga harus menjaga kesehatan sebagai amanah dari Allah. Jangan sampai karena terlalu mengejar dunia, kita lalai menjaga tubuh dan waktu untuk beribadah,” tegasnya.

Peserta yang hadir tampak antusias mengikuti sesi demi sesi. Di akhir sesi yaitu pemeriksaan kesehatan berupa cek tekanan darah, cek gula darah dan kolesterol bagi ibu-ibu yang berminat. Mereka juga aktif bertanya seputar kesehatan dan membagikan pengalaman pribadi terkait tantangan yang dihadapi dalam pekerjaan mereka.

Kegiatan semacam ini menjadi bentuk nyata dari pendekatan interdisipliner antara bidang keagamaan dan kesehatan, dalam mendampingi masyarakat pekerja informal agar tetap produktif, sehat, dan seimbang secara spiritual. Program ini akan terus dilanjutkan setiap bulan dengan tema-tema yang menyesuaikan kebutuhan kelompok. (ev/azd)

Skip to content