Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sigaluh menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin (Binwin Catin) pada Selasa, (10/9). Kegiatan yang berlangsung di aula KUA Sigaluh ini diikuti oleh 13 pasangan calon pengantin, serta menghadirkan dua narasumber dari unsur Penyuluh Agama Islam dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dari Puskesmas setempat.
Sebagai narasumber pertama, H. Akhmad Khozin Amanulloh, selaku Penyuluh Agama Islam sekaligus fasilitator Binwin, menyampaikan dua tema utama.
Tema pertama adalah “Mengenali Pasangan”. Dalam paparannya, Khozin menekankan pentingnya mengenali karakter dan sifat pasangan sebelum membangun rumah tangga.
“Untuk menuju keluarga sakinah, calon pengantin perlu memahami pasangan, terutama sifat dan karakternya. Ini penting agar masing-masing bisa menyesuaikan diri dan membangun komunikasi yang sehat,” jelasnya.
Tema kedua yang disampaikan adalah “Kesiapan Menuju Keluarga Sakinah dan Keturunan Berkualitas.” Khozin menyampaikan bahwa keluarga yang berkualitas akan melahirkan generasi yang juga berkualitas.
“Mempersiapkan keluarga yang baik harus dimulai sejak sebelum pernikahan. Catin harus sadar akan peran dan tanggung jawabnya, termasuk dalam mendidik anak kelak,” ungkapnya.
Sesi penyuluhan berlangsung secara interaktif, di mana para peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan kesiapan mereka dalam membina rumah tangga. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi tanya jawab.
Narasumber kedua, Sri Rejeki dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPLKB), menyampaikan materi bertajuk “Kesehatan Reproduksi dan Perencanaan Keluarga Berencana Pasca Melahirkan.”
Dalam pemaparannya, Sri menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi baik bagi calon suami maupun istri, sejak sebelum menikah hingga setelah melahirkan. Ia juga menekankan pentingnya perencanaan penggunaan alat kontrasepsi sesuai dengan kesepakatan bersama.
“Kesehatan reproduksi bukan hanya urusan perempuan. Suami juga harus terlibat aktif dalam menjaga dan merencanakan bersama. Prinsip KB bukan untuk menghindari keturunan, tetapi untuk mengatur jarak dan kesiapan,” ungkapnya.
“Ingat prinsip 3T: Tidak Terlalu Muda, Tidak Terlalu Tua, dan Tidak Terlalu Sering,” tambahnya.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar para calon pengantin mendapatkan bekal pengetahuan yang cukup sebagai pondasi dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. (ks/azd)







