Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya memperkuat pembinaan moral dan karakter generasi muda, Tim Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalibening, yaitu Sarwono dan Yulfiani, melaksanakan penyuluhan keagamaan di Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Desa Kertosari pada Kamis (30/10/2025).
Kegiatan yang diikuti oleh 40 peserta ini mengangkat tema “Psikologi Remaja dan Gaya Hidup Islami.” Melalui kegiatan ini, KUA Kalibening berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman yang relevan dengan dunia remaja agar mereka mampu tumbuh sebagai generasi yang tangguh, bijak, dan berakhlak mulia di tengah tantangan era digital.
Dalam pemaparannya, Sarwono menegaskan bahwa masa remaja merupakan fase penting yang menentukan arah kehidupan seseorang. “Remaja harus memiliki pegangan yang kuat agar tidak mudah terbawa arus negatif. Nilai-nilai agama adalah kompas kehidupan yang menjaga mereka tetap berada di jalan yang benar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara perkembangan mental, sosial, dan spiritual. “Remaja Islami bukan berarti kuno, tapi mereka yang cerdas, berakhlak, dan mampu memberi manfaat bagi lingkungannya,” tambahnya.
Sementara itu, Yulfiani mengajak para peserta untuk membangun gaya hidup Islami yang sejalan dengan tuntunan zaman. “Gaya hidup Islami itu sederhana: berpakaian sopan, menjaga pergaulan, bijak bermedia sosial, dan meneladani akhlak Rasulullah. Itulah ciri generasi hebat yang beriman,” paparnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati orang tua, guru, dan teman sebagai bagian dari akhlak mulia yang menjadi cerminan keimanan seseorang.
Kegiatan berlangsung hangat, inspiratif, dan interaktif. Para peserta aktif berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman tentang kehidupan remaja di era digital. Penyuluhan diakhiri dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar para peserta diberi kekuatan iman, semangat belajar, dan kemampuan menjaga diri dari pengaruh negatif.
Melalui kegiatan ini, KUA Kalibening terus menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda agar menjadi remaja yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing, sekaligus menjadikan nilai-nilai Islam sebagai dasar dalam membangun masa depan bangsa.
(wha/ azd)







