Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, M. Syaiful Abidin, menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan kepada puluhan ibu-ibu warga Dusun Tedunan, Desa Pagentan, pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut bertempat di gedung TPQ Baitul Na’im Tedunan dan diikuti oleh 44 orang jemaah Majelis Taklim (MT) Baitul Na’im.
Dalam ceramahnya yang mengusung tema Nikmat Terbesar Bangsa Indonesia, Syaiful Abidin menekankan pentingnya kesadaran beragama dan berbangsa secara seimbang. Menurutnya, keberadaan bangsa Indonesia saat ini tidak lepas dari anugerah agung yang diberikan oleh Allah SWT, sehingga masyarakat wajib menjaga dan merawatnya demi kedamaian bersama.
“Nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada bangsa Indonesia yaitu Nikmat Kemerdekaan dan Nikmat Persatuan. Kemerdekaan memungkinkan kita beribadah dan menuntut ilmu dengan tenang tanpa rasa takut, sedangkan persatuan adalah perekat yang menjaga negeri ini tetap kokoh di tengah pelbagai perbedaan,” ujar Syaiful di hadapan para jemaah.
Ia juga mengajak ibu-ibu untuk membimbing putra-putri mereka di rumah agar senantiasa menghargai perbedaan dan menjaga keutuhan NKRI.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang jalannya acara. Para jemaah menyimak setiap materi yang disampaikan dengan penuh perhatian, diselingi sesi tanya jawab hangat seputar peran perempuan dalam membangun harmonisasi keluarga dan lingkungan masyarakat.
Ketua MT Baitul Na’im Tedunan, Sutinah, menyampaikan apresiasi mendalam atas hadirnya bimbingan penyuluhan dari KUA Pagentan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dan memberikan pencerahan bagi warga, khususnya kaum ibu.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Syaiful Abidin dari KUA Pagentan. Bimbingan ini memberikan pemahaman baru bagi kami, ibu-ibu di Dusun Tedunan, tentang bagaimana bersyukur secara nyata atas kemerdekaan ini melalui perbuatan sehari-hari dan saling rukun antar tetangga,” ungkap Sutinah.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan secara rutin ini, KUA Pagentan berharap nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan dapat terus tertanam kuat di tengah masyarakat basis pedesaan, demi terciptanya kehidupan yang harmonis, toleran, dan religius.
(msa/azd)







