Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara terus memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat melalui kegiatan bimbingan penyuluhan pada kelompok binaan. Salah satunya dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Purwanegara, Heri Sutikno, di Majelis Taklim Al Fallaah, Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, pada Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang masjid tersebut diikuti sekitar 20 jemaah. Dalam kesempatan itu, Heri menyampaikan materi tentang Syu’abul Iman, yaitu cabang-cabang iman yang mencakup berbagai bentuk keyakinan, perkataan, dan perbuatan yang mencerminkan keimanan seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari.
Heri menjelaskan bahwa iman tidak hanya berkaitan dengan keyakinan yang ada di dalam hati, tetapi juga perlu diwujudkan melalui ucapan dan perilaku. Keimanan yang baik akan tercermin dalam sikap seseorang ketika berinteraksi dengan Allah Swt., sesama manusia, maupun lingkungan di sekitarnya.
“Iman tidak cukup hanya diyakini dalam hati, tetapi harus diwujudkan melalui ucapan dan perbuatan. Syuabul iman mengajarkan kepada kita bahwa banyak sekali bentuk kebaikan yang dapat menjadi bagian dari iman, mulai dari menjaga lisan, menunaikan ibadah, berbuat baik kepada sesama, hingga menyingkirkan sesuatu yang membahayakan dari jalan,” ujar Heri.
Menurut Heri, pemahaman mengenai cabang-cabang iman penting untuk terus ditanamkan karena dapat membantu jemaah menerapkan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan nyata. Hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas keimanan seseorang.
“Jangan menganggap bahwa amal kebaikan yang sederhana tidak memiliki nilai. Justru kebiasaan menjaga ucapan, membantu orang lain, menghormati sesama, dan melakukan kebaikan dengan ikhlas merupakan bentuk nyata dari iman. Karena itu, mari kita berusaha memperbanyak cabang-cabang iman dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Penyampaian materi berlangsung dalam suasana yang akrab dan interaktif. Para jemaah menyimak penjelasan dengan baik serta mengikuti pembahasan yang disampaikan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi jemaah untuk memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus merefleksikan penerapan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan bimbingan penyuluhan tersebut, Heri berharap para jemaah tidak hanya memahami konsep Syu’abul Iman secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya secara nyata. Pembinaan keagamaan diharapkan dapat terus memberikan dampak positif dalam membangun masyarakat yang religius, peduli, dan berakhlak mulia.
Kegiatan di Majelis Taklim Al Fallaah berlangsung dengan lancar. Kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Purwanegara di tengah kelompok binaan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendampingi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.
(rp/azd)







