Penyuluh Agama Islam KUA Purwanegara Koordinasi dengan Rutan Banjarnegara: Perkuat Pembinaan Keagamaan bagi Tahanan Perempuan

Banjarnegara (Humas) — Dalam upaya memperkuat pembinaan keagamaan bagi warga binaan, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara, Anugrah Windu Setianingsih, melakukan koordinasi dengan pihak Rumah Tahanan (Rutan) P2U Kabupaten Banjarnegara, pada Senin (10/11). Kegiatan ini berlangsung di ruang petugas penjagaan Rutan Banjarnegara dengan suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan semangat kolaborasi.

Dalam koordinasi tersebut, Anugrah Windu Setianingsih membahas secara rinci mengenai jadwal dan pembagian tugas pendampingan serta pembinaan keagamaan yang akan dilaksanakan kepada para tahanan wanita di Rutan Banjarnegara. Langkah ini menjadi bagian dari sinergi antara Kementerian Agama dan lembaga pemasyarakatan dalam menghadirkan pembinaan spiritual yang berkelanjutan bagi para narapidana, khususnya kaum perempuan.

Menurut Anugrah, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun ketenangan batin, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan harapan baru di hati para warga binaan. “Mereka bukan hanya sedang menjalani masa hukuman, tetapi juga sedang menjalani proses pembelajaran hidup. Melalui pembinaan keagamaan, kami ingin membantu mereka menemukan kembali makna hidup dan kedekatan dengan Allah Swt.,” tuturnya.

Dari hasil koordinasi tersebut diketahui bahwa saat ini terdapat tiga tahanan perempuan di Rutan Banjarnegara. Jumlah yang relatif sedikit ini justru memungkinkan proses pembinaan dilakukan dengan pendekatan yang lebih personal dan mendalam, sehingga para tahanan dapat memperoleh perhatian dan bimbingan spiritual secara maksimal.

Kegiatan koordinasi ini juga disambut positif oleh pihak Rutan P2U Banjarnegara. Pihak petugas penjagaan menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan inisiatif dari Penyuluh Agama Islam dalam menjalin kerja sama yang bermanfaat bagi para tahanan. “Kami menyambut baik program pembinaan ini. Kehadiran penyuluh agama dapat memberikan pencerahan dan semangat baru bagi para tahanan, terutama dalam menghadapi masa-masa sulit,” ungkap salah satu petugas Rutan.

Ke depan, pembinaan keagamaan bagi tahanan perempuan di Rutan Banjarnegara akan dilaksanakan secara rutin dan terjadwal. Melalui pendampingan ini, diharapkan para tahanan dapat menjalani masa tahanan dengan hati yang tenang, serta siap kembali ke masyarakat dengan semangat baru yang lebih baik dan beriman.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa peran Penyuluh Agama Islam tidak hanya terbatas di lingkungan masyarakat umum, tetapi juga menjangkau mereka yang tengah berada dalam masa pembinaan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan nilai-nilai keagamaan dapat menjadi obor penerang bagi para tahanan perempuan dalam menapaki jalan menuju perubahan diri yang lebih baik. 

(rp/ azd)

Skip to content