Penyuluh Agama Islam KUA Susukan Edukasi Resiko Pernikahan Dini pada Remaja Desa Kemranggon

Banjarnegara (Humas) – Kelompok Kerja (Pokja) 1 PKK Desa Kemranggon, Kecamatan Susukan sukses menyelenggarakan kegiatan penyuluhan tentang resiko pernikahan dini yang bertempat di Aula Pandawa Lima. Kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Susukan, Mira Nuzulurrohmah, sebagai narasumber utama. (11/7)

Acara yang berlangsung pada hari Jumat tersebut diikuti oleh 46 peserta, terdiri dari 35 remaja dan 11 anggota Tim Penggerak (TP) PKK Desa Kemranggon. Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari beberapa pihak.

Sambutan pertama disampaikan oleh Sekretaris Desa Kemranggon, Daryanto yang secara resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia menyambut baik sinergi antara pemerintah desa dan KUA dalam memberikan edukasi keagamaan yang menyentuh langsung persoalan sosial di masyarakat.

Selanjutnya, Ketua TP PKK Desa Kemranggon, Asri Rahayu menyampaikan harapannya kepada para peserta. “Saya harap kegiatan ini bisa menyadarkan para remaja agar menikah di usia yang siap, bukan sekadar di usia yang diperbolehkan untuk menikah,” tuturnya.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Ketua Pokja 1, Sri Sukanti, yang turut memberikan semangat kepada para remaja agar berani merencanakan masa depan dengan lebih bijak.

Sebagai narasumber utama, Penyuluh Agama Islam KUA Susukan, Mira Nuzulurrohmah, menyampaikan materi mengenai berbagai dampak negatif dari pernikahan dini. Disampaikan bahwa pernikahan di usia dini berisiko menimbulkan berbagai persoalan serius, mulai dari sisi kesehatan, terganggunya pendidikan, masalah ekonomi, konflik sosial, hingga tekanan psikologis yang tinggi. Mira menegaskan bahwa kesiapan dalam pernikahan bukan hanya soal usia, tetapi juga kematangan secara fisik, mental, dan spiritual.

“Menikah jangan hanya bermodalkan cinta, tetapi yang dibutuhkan adalah sakinah, mawaddah, dan warrahmah,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan pemutaran film pendek berjudul “Getun” yang menggambarkan secara nyata dampak buruk pernikahan dini. Dengan  adanya kegiatan ini, diharapkan para remaja dapat lebih bijak dalam merencanakan masa depan dan memahami pentingnya pernikahan yang sehat dan bertanggung jawab. (yay/azd)

Skip to content