Banjarnegara (Humas) – Dua penyuluh agama Islam Kecamatan Punggelan, Yani Itsanwati dan Syu’bi Nurdiyanti, melaksanakan kegiatan pendataan pondok pesantren di wilayah Kecamatan Punggelan pada Rabu (15/10). Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui status keaktifan pondok pesantren serta kondisi fisik bangunan yang digunakan sebagai sarana pendidikan keagamaan.
Pendataan dilakukan secara langsung dengan mengunjungi sejumlah pondok pesantren yang tersebar di berbagai desa di Kecamatan Punggelan. Dalam prosesnya, penyuluh mencatat apakah pondok pesantren masih aktif menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, serta menilai kondisi bangunan—apakah masih layak, mengalami kerusakan ringan, atau sudah tergolong rusak berat.

Menurut Yani Itsanwati, pendataan ini sangat penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan santri dalam menuntut ilmu. “Kami ingin memastikan bahwa pondok pesantren yang masih aktif memiliki bangunan yang aman dan layak digunakan. Jika ditemukan kerusakan berat, kami akan koordinasikan dengan pihak terkait agar segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Syu’bi Nurdiyanti menambahkan bahwa pendataan ini juga menjadi langkah awal untuk mencegah potensi risiko yang bisa membahayakan penghuni pondok. “Dengan mengetahui kondisi riil di lapangan, kita bisa menghindari kejadian yang tidak diinginkan, seperti bangunan roboh atau kecelakaan akibat fasilitas yang tidak memadai,” jelasnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Punggelan dan diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan pembinaan serta bantuan sarana prasarana bagi pondok pesantren yang membutuhkan.
(SNi/azd)







