Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti aula SMP Negeri 3 Pagentan pada Kamis pagi, (12/3/2026). Puluhan siswa kelas 7 dan 8 berkumpul untuk mengikuti kegiatan “Amaliah Ramadan” yang menghadirkan narasumber dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman spiritual siswa di tengah bulan suci Ramadan 1447 H.
Fokus utama materi yang disampaikan oleh tim Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Pagentan adalah bedah makna Surah Al-Baqarah ayat 183. Dalam paparannya, penyuluh menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah proses transformasi karakter menuju derajat muttaqin (orang yang bertakwa).
“Puasa adalah madrasah ruhani. Melalui ayat 183 Surah Al-Baqarah, Allah Swt secara eksplisit memanggil orang-orang beriman untuk menjalankan kewajiban ini, sebagaimana umat-umat terdahulu, dengan satu tujuan akhir yang sangat mulia, yaitu agar kita menjadi pribadi yang bertaqwa,” ujar salah satu Penyuluh Agama Islam di sela-sela materinya.
Para siswa tampak antusias menyimak penjelasan mengenai kaitan antara disiplin waktu saat berpuasa dengan pembentukan akhlak di sekolah. Penyuluh menjelaskan bahwa kejujuran saat berpuasa—di mana seseorang tetap tidak makan meski tidak ada orang yang melihat—adalah latihan integritas yang sangat berharga bagi generasi muda.
Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Kepala SMP Negeri 3 Pagentan, Akoyuono. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama yang terjalin antara pihak sekolah dengan KUA Pagentan. Menurutnya, bimbingan keagamaan dari praktisi lapangan seperti penyuluh agama memberikan warna baru bagi pembelajaran karakter siswa.
“Kami sangat berterima kasih kepada jajaran KUA Pagentan yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dengan anak didik kami. Harapan saya, materi tentang Surah Al-Baqarah ayat 183 ini tidak hanya diingat sebagai hafalan, tetapi diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari, sehingga siswa-siswi SMPN 3 Pagentan memiliki kecerdasan intelektual sekaligus kemuliaan akhlak,” tutur Bapak Akoyuono.
Sesi yang berlangsung selama 90 menit tersebut tidak berjalan satu arah. Para siswa kelas 7 dan 8 diberikan ruang untuk berdialog. Pertanyaan-pertanyaan menarik muncul, mulai dari tips menjaga stamina saat sekolah sambil berpuasa hingga bagaimana menjaga lisan di media sosial selama bulan Ramadan.
Penyuluh dari KUA Pagentan memberikan jawaban-jawaban praktis yang mudah dicerna oleh usia remaja, sembari menyelipkan pesan agar siswa menjauhi perilaku negatif seperti perundungan (bullying) dan lebih mengedepankan sikap tolong-menolong.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan agar ibadah puasa tahun ini dapat dijalankan dengan sempurna dan membawa perubahan positif bagi seluruh civitas akademika SMP Negeri 3 Pagentan.
(an/azd)







