Penyuluh Agama Islam Pandanarum Edukasi Wali Murid PAUD Mekar Arum: Hindari Pola Asuh Salah demi Masa Depan Anak

Banjarnegara (Humas) – Mendidik anak bukan hanya tugas guru di sekolah, melainkan tanggung jawab utama orang tua di rumah. Inilah pesan utama yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum yaitu Turno, saat melakukan kunjungan keduanya ke PAUD Mekar Arum Pandanarum pada Jumat (03/10).

Bertempat di salah satu ruang kelas PAUD, kegiatan penyuluhan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WIB ini dihadiri oleh para wali murid. Meski hanya berdurasi satu jam, sesi penyuluhan berlangsung hidup dan interaktif, mencerminkan antusiasme peserta dalam menyimak materi yang disampaikan.

Dalam penyampaiannya, Turno mengangkat tema “Menghindari Pola Asuh yang Salah dalam Membentuk Karakter Anak”. Ia menegaskan bahwa pola asuh yang keliru, seperti terlalu memanjakan anak, membentak secara berlebihan, atau kurang memberikan perhatian emosional, bisa berdampak panjang terhadap tumbuh kembang anak, baik secara mental maupun spiritual.

“Banyak perilaku anak yang kita anggap ‘nakal’ ternyata merupakan cerminan dari pola asuh yang tidak sesuai. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami bagaimana mendidik anak dengan penuh kasih sayang, konsisten, dan berlandaskan nilai-nilai agama” ujar Turno dalam paparannya.

Kegiatan semakin menarik ketika Turno mengajak para peserta untuk berdiskusi dan menjawab beberapa pertanyaan terkait pengalaman mereka dalam mengasuh anak di rumah. Suasana menjadi hangat dan akrab, para ibu pun terlihat aktif berbagi cerita, bertanya, bahkan saling memberikan saran.

Penyuluhan ini merupakan bagian dari program rutin bimbingan keluarga dan keagamaan yang diinisiasi oleh Kementerian Agama melalui para penyuluh agama di tingkat kecamatan. Tujuannya adalah membekali masyarakat, khususnya para orang tua, dengan pemahaman yang benar tentang peran penting mereka dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini.

Dengan berakhirnya sesi penyuluhan tepat pukul 09.00 WIB, para peserta pulang membawa bekal pengetahuan yang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menguatkan niat untuk menjadi orang tua yang lebih bijak dan peduli terhadap masa depan anak-anak mereka. (ev, azd)