Banjarnegara (Humas) — Menyambut kehidupan di tahun 2026, penguatan fisik dan mental menjadi fondasi utama dalam menjaga akidah Islamiyah yang kokoh di tengah dinamika kehidupan modern. Berangkat dari hal tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pejawaran hadir di tengah masyarakat Desa Karangsari untuk memberikan penguatan spiritual melalui kajian bertema “Siapkan Mental yang Gigih Hadapi Kehidupan Serba Canggih.”
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini dilaksanakan di kediaman Afan Abdulloh, Kamis (22/1/2026), dan diikuti puluhan anggota Majelis Taklim Nurul Usroh. Suasana khidmat mewarnai jalannya kegiatan yang tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana pembinaan keagamaan berbasis pengetahuan religius dalam menghadapi dinamika kehidupan yang kian kompleks.
Kegiatan dibuka oleh Penyuluh Agama Islam KUA Pejawaran, Agussalam Arif Zain, yang memimpin doa sebagai ikhtiar memohon keberkahan dan rida Allah Swt.
“Sebagai umat Muslim, kita senantiasa menengadahkan doa dan harapan kepada Allah agar terhindar dari sifat sombong. Semoga pertemuan ini membawa kemaslahatan bagi kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Eko Komarudin selaku narasumber mengajak para jamaah untuk merenungi cara bersikap dan berperilaku yang tepat dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Ia menekankan pentingnya memperkuat iman di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
“Nabi Muhammad saw. mengajarkan bahwa hidup adalah anugerah yang patut disyukuri dalam keadaan apa pun. Di tengah kerasnya kehidupan di era serba canggih, berpegang teguh pada tuntunan Rasulullah akan menuntun kita menuju jalan keselamatan dan rida Allah Swt.,” jelas Eko di hadapan 31 jamaah yang hadir.
Bimbingan keagamaan tersebut juga disiarkan secara langsung melalui akun TikTok KUA Pejawaran. Dalam pemaparannya, Eko menambahkan bahwa tuntunan Nabi Muhammad saw. sangat relevan bagi kaum ibu masa kini yang dihadapkan pada beban sosial, dinamika ekonomi, serta tantangan mendidik anak di era digital. Dengan meneladani ajaran Rasulullah, para jamaah diharapkan mampu melakukan “pengisian ulang” spiritual dan menyongsong tahun baru dengan semangat serta keteguhan iman.
Ketua Majelis Taklim Nurul Usroh, Jumirah, mengapresiasi kegiatan syiar Islam yang dilakukan oleh Penyuluh Agama KUA Pejawaran. Menurutnya, penyuluhan tersebut memberikan perspektif baru bahwa setiap ujian hidup merupakan bentuk kasih sayang Allah Swt. kepada hamba-Nya.
“Kami merasa mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat, khususnya bagi kami sebagai perempuan dan istri. Kami diingatkan bahwa di balik setiap kesulitan, selalu ada kemudahan yang Allah siapkan,” tuturnya.
