Penyuluh Agama Kalibening Ajak Warga PKH Kalisatkidul Syukuri Nikmat dan Raih Rezeki Berkah

Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya memperkuat pembinaan spiritual masyarakat penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), Tim Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalibening, yang terdiri dari Sarwono dan Ngudi Rahayu, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan di Kelompok Binaan PKH Desa Kalisatkidul, pada Rabu (29/10).

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para peserta yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga. Dengan tema “Cara Bersyukur dan Tips Meraih Rezeki yang Berkah,” para penyuluh berupaya menanamkan nilai-nilai spiritual agar masyarakat semakin memahami pentingnya rasa syukur dan keikhlasan dalam mencari keberkahan hidup.

Dalam pemaparannya, Sarwono menekankan bahwa syukur adalah kunci kebahagiaan dan ketenangan hati. Ia menjelaskan bahwa banyak orang mencari rezeki besar, namun lupa bahwa keberkahan rezeki justru datang dari hati yang bersyukur.
“Bersyukur bukan hanya dengan ucapan, tetapi juga dengan tindakan. Menjaga salat, menolong sesama, dan bekerja dengan jujur adalah bentuk nyata dari rasa syukur kepada Allah,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa semakin seseorang bersyukur, semakin Allah menambah nikmatnya. “Allah sudah janji dalam Al-Qur’an, jika kita bersyukur, maka nikmat itu akan ditambah. Namun kalau kufur, maka hati akan selalu gelisah dan merasa kurang,” lanjutnya.

Sementara itu, Ngudi Rahayu menyampaikan beberapa tips meraih rezeki yang berkah dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa rezeki yang berkah tidak selalu banyak, tetapi membawa ketenangan dan manfaat.
“Rezeki yang berkah datang dari usaha yang halal, doa yang tulus, dan hati yang ridha. Hindari iri hati, karena setiap orang sudah Allah tetapkan rezekinya masing-masing,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk membiasakan sedekah, sekecil apa pun nilainya. “Sedekah tidak mengurangi harta, justru menjadi sebab datangnya keberkahan. Keluarga yang rajin bersedekah akan dijauhkan dari kesempitan hidup,”pesannya menutup materi.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka belajar bersyukur dalam kondisi apa pun. Suasana penuh haru terasa ketika penyuluh memimpin doa bersama, memohon kepada Allah Swt., agar seluruh peserta diberi rezeki yang berkah, hati yang lapang, serta keluarga yang bahagia dan rukun.

Melalui kegiatan ini, KUA Kalibening terus menegaskan komitmennya untuk menghadirkan bimbingan keagamaan yang menyentuh kehidupan masyarakat, membangun kesadaran spiritual, dan menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keluarga sehari-hari. 

(wha/ azd)

Skip to content