Penyuluh Agama KUA Pagentan Tekankan Pentingnya Tauhid dalam Pengajian MT Nurul Hidayah

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, M. Syaiful Abidin, memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada puluhan jemaah Majelis Taklim (MT) Nurul Hidayah, Dusun Sumberan, Desa Metawana, pada Jumat (25/9/2026). Kegiatan pengajian yang berlangsung dengan khidmat ini bertempat di Gedung Serba Guna Dusun Sumberan, Desa Metawana, dan dihadiri sebanyak 72 orang jemaah yang didominasi oleh ibu-ibu warga sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, M. Syaiful Abidin mengusung tema materi yang mendalam, yaitu “Mengapa Al Quran Menceritakan Seluruh Dakwah Para Nabi Selalu Dimulai dari Tauhid?”. Dalam pendaftarannya, ia memaparkan bahwa pondasi paling mendasar dalam ajaran Islam adalah pemurnian ikrar dan pengesaan Allah SWT. Tanpa pemahaman tauhid yang kuat, fondasi amalan keagamaan seseorang akan rentan goyah.

“Jika kita mencermati kisah-kisah dalam Al-Qur’an, seluruh nabi dan rasul yang diutus oleh Allah selalu mengawali risalah dakwah mereka dengan ajakan bertauhid. Tauhid adalah akar dari pohon keimanan. Apabila akarnya kuat dan tulus mengharapkan ridha Allah, maka amalan ibadah, akhlak, dan tata kelola kehidupan bermasyarakat akan tumbuh dengan sehat serta membuah kan keberkahan,” tegas Syaiful di hadapan para jemaah.

Ia menambahkan bahwa pembinaan tauhid di tingkat majelis taklim sangat krusial, terutama bagi ibu-ibu yang berperan sebagai madrasah pertama (al-madrasah al-ula) di dalam keluarga. Pemahaman tauhid yang benar diharapkan dapat ditanamkan sejak dini kepada anak-anak di rumah.

Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta sepanjang jalannya kegiatan. Ketua MT Nurul Hidayah Dusun Sumberan, Getuk, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan yang bersedia berbagi ilmu dengan masyarakat pedesaan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Syaiful dari KUA Pagentan yang telah memberikan pencerahan kepada ibu-ibu jemaah di Dusun Sumberan. Materi yang disampaikan sangat membuka wawasan dan menyadarkan kami betapa pentingnya menjaga kemurnian iktikad dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap kegiatan bimbingan seperti ini dapat terus berjalan secara rutin di desa kami,” ujar Getuk.

Acara penyuluhan yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif serta doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan seluruh warga Desa Metawana. 

(msa/azd)