Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, M. Syaiful Abidin, melakukan pembinaan agama Islam dengan bertindak sebagai khatib sekaligus imam dalam pelaksanaan salat Jumat di Masjid At-Taufik, Dusun Sumberan, Desa Metawana, Jumat (25/9/2026). Kegiatan ibadah tersebut diikuti secara khusyuk oleh sebanyak 83 orang jamaah setempat.
Dalam pembinaanya yang mengusung tema “Mensyukuri Nikmat Air di Musim Kemarau”, Syaiful menekankan pentingnya menjaga kesadaran spiritual dan kepedulian terhadap lingkungan, terutama ketika masyarakat mulai merasakan dampak terbatasnya pasokan air bersih akibat musim kemarau. Ia mengingatkan bahwa air merupakan salah satu nikmat terbesar dari Allah SWT yang kerap kali kurang disadari nilai pentingnya saat melimpah.
“Air adalah sumber kehidupan yang sangat vital. Ketika musim kemarau tiba dan ketersediaannya berkurang, itulah momen bagi kita untuk benar-benar merenung dan mensyukuri nikmat tersebut. Bentuk syukur kita tidak hanya dengan mengucapkan alhamdulillah, tetapi juga dengan bijak menggunakannya, tidak boros, serta aktif menjaga kelestarian lingkungan dan sumber air di sekitar kita,” ujar Syaiful Abidin saat menyampaikan pesan khotbahnya di hadapan jamaah.
Kehadiran penyuluh agama Islam dalam memberikan bimbingan serta pencerahan spiritual ini mendapat apresiasi positif dari tokoh dan warga masyarakat Desa Metawana. Selain memberikan tausiyah yang sejuk, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara KUA Pagentan dan warga desa.
Sidi Suherman, pengurus Takmir Masjid At-Taufik yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Metawana, menyampaikan rasa terima kasihnya atas penyampaian khotbah yang dinilai sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ustaz Syaiful dari KUA Pagentan yang telah berkenan hadir menjadi imam dan khatib di masjid kami. Pesan yang disampaikan sangat menyentuh dan sesuai dengan realitas yang sedang dihadapi warga, khususnya terkait penggunaan air secara bijak di musim kemarau ini. Semoga imbauan ini semakin meningkatkan ketakwaan dan kepedulian lingkungan bagi seluruh jamaah,” ungkap Sidi Suherman.
Melalui kegiatan safari jumat ini, KUA Pagentan berharap pesan-pesan keagamaan yang edukatif dan solutif terus menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa.
(msa/azd)
