Penyuluh KUA Pagentan Beri Bimbingan Pola Asuh Anak Berbasis Al-Qur’an di MT Ash Shihhah Plumbungan

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, M. Syaiful Abidin, menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan keagamaan yang ditujukan bagi para orang tua dan wali murid. Kegiatan yang mengusung tema “Bukan Anak yang Jahat: 3 Hal Penting yang Al-Qur’an Mandatkan Bagi Orang Tua” ini berlangsung penuh khidmat pada Jumat (25/9/2026) di salah satu ruang kelas Kelompok Bermain (KB) Pertiwi Sehat Plumbungan.

Sebanyak 27 orang jemaah Majelis Taklim (MT) Ash Shihhah Plumbungan, yang mayoritas merupakan wali siswa KB Pertiwi Sehat, tampak antusias mengikuti jalannya materi. Penyuluhan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pola pengasuhan anak yang santun dan berlandaskan ajaran Islam, mengingat pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda sejak dini.

Dalam pemaparannya, M. Syaiful Abidin menekankan bahwa tidak ada anak yang terlahir dengan tabiat buruk, melainkan membutuhkan bimbingan dan keteladanan yang tepat dari orang tua mereka.

“Al-Qur’an secara tegas memandatkan tiga hal utama bagi orang tua dalam mendidik buah hati, yaitu menanamkan ketauhidan yang kokoh sejak dini, mengajarkan akhlakul karimah melalui teladan nyata, serta senantiasa mendoakan kebaikan mereka. Anak bukanlah sosok yang jahat, melainkan cermin dari bagaimana kita sebagai orang tua membimbing, mengasihi, dan memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh,” ungkap Syaiful di hadapan para peserta.

Sementara itu, Turipah, selaku Wakil Ketua MT Ash Shihhah yang sekaligus menjabat sebagai Wakil Kepala KB Pertiwi Sehat Plumbungan, menyambut hangat pelaksanaan kegiatan edukatif ini. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan dinamika pengasuhan anak masa kini.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Penyuluh dari KUA Pagentan. Bimbingan ini membuka wawasan para ibu dan wali murid bahwa mendidik anak usia dini memerlukan kesabaran ekstra serta landasan spiritual yang kuat. Kami berharap sinergi positif ini terus berlanjut demi mencetak generasi yang berakhlak mulia,” tutur Turipah.

Melalui bimbingan penyuluhan ini, diharapkan para orang tua dapat menerapkan prinsip-prinsip pola asuh Rabbani di lingkungan keluarga masing-masing, sehingga hubungan antara orang tua dan anak semakin harmonis serta senantiasa dalam naungan nilai-nilai keagamaan. 

(msa/azd)