Penyuluh Agama KUA Sigaluh Kunjungi Panti Jompo Soekinto, Hadirkan Kebahagiaan bagi Lansia

Banjarnegara (Humas) — Empat Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sigaluh melaksanakan kunjungan ke Panti Jompo Soekinto di Dukuh Karanganyar, Desa Prigi, pada Selasa (12/4/2026). Kunjungan ini merupakan kegiatan perdana pasca-Ramadan sebagai bagian dari pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya para lanjut usia (lansia).

Adapun penyuluh yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Elok Faiqoh, Samsul Chusen, Agus Taman, dan Khalimatys Sya’diyah. Kehadiran mereka disambut hangat oleh para penghuni panti.

Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh mengajak para lansia untuk berdialog santai dengan pendekatan yang humanis. Berbagai pertanyaan ringan diajukan, seperti kabar, kondisi kesehatan, serta pengalaman selama menjalani ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri.

Kegiatan dikemas dalam bentuk dialog interaktif, sehingga para lansia dapat menyampaikan cerita dan pengalaman mereka secara terbuka. Pendekatan ini bertujuan untuk membangun kedekatan emosional antara penyuluh dan warga panti.

Lansia yang masih sehat dan komunikatif diajak duduk bersama untuk berbincang ringan. Selain menambah keakraban, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi para lansia untuk menyampaikan perasaan dan pengalaman hidup mereka.

Panti Jompo Soekinto sendiri merupakan salah satu binaan Penyuluh KUA Sigaluh yang telah berdiri sekitar tujuh tahun dan saat ini menampung 26 orang lansia.

Salah satu penghuni panti, Mbah Wiwi, mengungkapkan kebahagiaannya saat berbagi cerita.

“Saya senang sekali kemarin Lebaran ditengok oleh adik saya,” tuturnya dengan penuh haru.

Sementara itu, Mbah Semi (89 tahun) yang merupakan lansia tertua di panti, juga berbagi pengalaman ibadahnya.

“Alhamdulillah saya puasa penuh satu bulan, bahkan tambah puasa Syawal dua hari,” ujarnya.

Mendengar hal tersebut, salah satu penyuluh memberikan apresiasi.

“Masya Allah, Mbah Semi luar biasa. Semoga selalu diberi kesehatan,” ujar Khalimatys Sya’diyah.

Dari perbincangan tersebut, tampak bahwa kebahagiaan dapat hadir di mana saja, termasuk di panti jompo. Kehadiran penyuluh agama menjadi bentuk perhatian dan kepedulian sosial yang memberikan dampak positif bagi para lansia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara penyuluh agama dan warga panti semakin erat, sehingga pembinaan dan penyuluhan ke depan dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat yang berkelanjutan.

(ks/azd)

Skip to content