Penyuluh Agama Madukara Ajak Penerima PKH Bangkit  Mandiri di Desa Kutayasa

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan  Madukara, Wiwin Koningah, menggelar kegiatan penyuluhan bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Kutayasa RT 04 RW 02. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Lis Suprihani  ini diikuti oleh 25 penerima manfaat PKH dengan penuh antusias. Penyuluhan tersebut mengusung tema penting, yakni menjadikan bantuan sebagai jalan untuk bangkit, bukan sebagai tempat bersandar. (23/4/2026)

Dalam kegiatan ini, Wiwin Koningah menekankan bahwa bantuan sosial dari pemerintah seharusnya menjadi sarana untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, bukan menjadi ketergantungan jangka panjang. Ia mengajak para peserta untuk memanfaatkan bantuan dengan bijak, seperti untuk pendidikan anak, kesehatan, serta usaha kecil yang produktif.

“Bantuan PKH ini adalah bentuk perhatian pemerintah, namun jangan sampai membuat kita terlena. Justru ini harus menjadi pemicu semangat untuk bangkit dan mandiri,” ujar Wiwin Koningah di hadapan peserta.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pendamping PKH Desa Kutayasa, Muhamad Lutfi, yang memberikan penguatan terkait pemanfaatan bantuan secara tepat sasaran. Ia juga mengingatkan pentingnya komitmen penerima bantuan dalam memenuhi kewajiban sebagai peserta PKH, seperti memastikan anak tetap bersekolah dan rutin memeriksakan kesehatan keluarga.

Muhamad Lutfi menyampaikan bahwa sinergi antara penyuluh agama dan pendamping PKH sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat. “Kami berharap para penerima manfaat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemauan untuk berkembang dan keluar dari garis kemiskinan secara bertahap,” ungkapnya.

Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab, di mana peserta menyampaikan berbagai kendala dan pengalaman mereka dalam mengelola bantuan PKH. Suasana hangat dan kekeluargaan terlihat jelas selama kegiatan berlangsung, mencerminkan semangat kebersamaan untuk saling menguatkan.

Melalui penyuluhan ini, diharapkan para penerima PKH di Desa Kutayasa mampu mengubah pola pikir menjadi lebih mandiri dan produktif, sehingga bantuan yang diterima benar-benar menjadi jalan menuju kesejahteraan yang berkelanjutan. 

(wk/azd)

Skip to content