Perkuat Fondasi Rumah Tangga, Penyuluh Agama Bekali Keluarga Penerima PKH Materi Ketahanan Keluarga

Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya menciptakan keluarga yang tangguh dan mandiri, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Madukara menggelar bimbingan penyuluhan bagi kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Kegiatan yang berlangsung di Desa Pakelen ini mengangkat tema sentral “Membangun Ketahanan Keluarga dalam Perspektif Islam”. (22/4).

Penyuluh Agama Islam, Muhammad Hidayatulloh dalam paparannya menekankan bahwa ketahanan keluarga bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang penguatan nilai spiritual dan komunikasi antar anggota keluarga.

“Keluarga adalah unit terkecil masyarakat. Jika di dalamnya terdapat kesalehan, saling menghargai antara suami-istri, serta pola asuh anak yang berlandaskan kasih sayang islami, maka keluarga tersebut akan kuat menghadapi berbagai ujian zaman, termasuk tantangan ekonomi,” ujar Muhammad Hidayatulloh di hadapan ibu-ibu penerima PKH.

Materi yang disampaikan meliputi lima pilar ketahanan keluarga dalam Islam, yakni: komitmen menjaga ikatan pernikahan (mitsaqan ghalizha), prinsip kesetaraan dan kerja sama (mu’asyarah bil ma’ruf), musyawarah dalam mengambil keputusan, serta pembiasaan ibadah bersama di rumah.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta. Salah satu penerima manfaat, Ibu Aminah, mengaku materi ini sangat relevan. “Seringkali kami merasa tertekan karena masalah biaya hidup, tapi tadi diingatkan kembali bahwa ketenangan hati dan keharmonisan di rumah juga merupakan rezeki yang harus dijaga,” tuturnya.

Melalui sinergi antara Penyuluh Agama dan pendamping PKH, diharapkan kelompok penerima manfaat tidak hanya berdaya secara finansial di masa depan, tetapi juga memiliki mentalitas dan spiritualitas yang kokoh guna mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

(mh/azd)

Skip to content