Penyuluh Agama Mandiraja dan Nadzir Lima Kecamatan Ikuti Sosialisasi Wakaf BWI Banjarnegara 2025

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Mandiraja bersama nadzir dari lima kecamatan yaitu Mandiraja, Susukan, Purwareja Klampok, Purwanegara, dan Bawang, mengikuti Sosialisasi Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Banjarnegara Tahun 2025 yang digelar di Gedung IPHI Purwanegara, Senin (1/12/25). 

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas nadzir dalam tata kelola wakaf yang profesional, amanah, dan sesuai peraturan.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua BWI Banjarnegara, Sila Satriana, yang menegaskan bahwa wakaf merupakan instrumen yang sangat potensial untuk memajukan ekonomi umat apabila dikelola secara benar dan terstruktur.
“BWI mendorong nadzir agar memahami tugasnya dengan baik. Pengelolaan wakaf yang tertib akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Sesi materi pertama disampaikan oleh Burhanudin dari BWI Jawa Tengah. Ia menekankan pentingnya peran dan tanggung jawab nadzir sebagai pengelola utama aset wakaf. Burhanudin menjelaskan bahwa nadzir wajib menjaga, memelihara, dan mengembangkan harta wakaf agar tetap produktif. Ia juga menyoroti pentingnya pencatatan, penyusunan laporan, serta transparansi dalam setiap aktivitas pengelolaan.

Materi berikutnya dari pemateri Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banjarnegara bapak Setio menyoroti peran strategis BPN dalam pengamanan aset wakaf. BPN memaparkan pentingnya sertifikasi tanah wakaf sebagai bentuk perlindungan hukum agar aset tidak mudah dialihkan atau disengketakan. Pemateri menegaskan bahwa kerja sama antara nadzir, KUA, dan BPN sangat diperlukan untuk mempercepat proses legalitas aset wakaf di setiap kecamatan.

Kepala KUA Mandiraja, Musobihin, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini serta mengajak nadzir untuk benar-benar memahami proses pengelolaan dan legalitas wakaf.
“Kegiatan ini sangat strategis. Nadzir harus paham tugasnya dan memastikan aset wakaf terlindungi secara hukum sehingga dapat dikembangkan untuk kemaslahatan umat,” katanya.

Para nadzir dari lima kecamatan diharapkan mampu menerapkan materi yang diperoleh untuk memperkuat perwakafan dan meningkatkan manfaatnya bagi masyarakat. 

(F/M, azd)

Skip to content